DENPASAR, radarbali.jawapos.com –Perburuan pelaku kasus bentrokan antar pemuda di Jalan Tujung Biru, Lingkungan Taruna Bineka, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, membuahkan hasil.
Aparat Polsek Denpasar Selatan kembali mengamankan dua terduga pelaku yang diduga terlibat dalam insiden yang terjadi pada Minggu (26/4/2026) dini hari tersebut.
Sebelumnya, polisi telah lebih dulu mengamankan seorang pemuda berinisial AS. Dua orang yang baru diamankan ini diduga merupakan bagian dari kelompok yang sama. Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, mengungkapkan perkembangan tersebut pada Senin (27/4/2026).
”Update, kami sudah amankan pihak dari kelompok inisial AS,” ujarnya.
Baca Juga: Pansus I DPRD Karangasem Bongkar Skandal Permainan Kubikasi MBLB di Pos Rendang
Dari hasil penyelidikan sementara, jumlah pelaku yang datang ke lokasi kejadian dipastikan tidak sebanyak yang sempat beredar. Polisi menyebut hanya lima orang dari kelompok AS yang berada di tempat kejadian perkara (TKP), bukan belasan orang seperti informasi awal.
Meski demikian, pengejaran masih terus dilakukan terhadap dua terduga pelaku lainnya yang belum tertangkap. Polisi juga meluruskan isu terkait penggunaan senjata tajam dalam bentrokan tersebut.
”Hasil pendalaman, dari kelompok AS tidak terbukti membawa senjata tajam. Justru yang diduga membawa sajam adalah pihak lawan, yakni kelompok kakak beradik berinisial AN dan IN. Namun, sampai saat ini mereka belum diamankan,” tegasnya.
Peristiwa bentrokan ini sebelumnya sempat menggegerkan warga sekitar. Selain menimbulkan keributan, aksi saling serang juga menyebabkan kerusakan pada mobil milik warga yang diduga terkena lemparan batu.
Baca Juga: Investigasi Mangrove Dibabat, Meski KEK Perizinan di Pusat, Satpol PP Bali Cek Kewenangan Pengawasan
Insiden bermula dari kegiatan minum minuman keras yang dilakukan AS bersama rekan-rekannya di sebuah rumah kos di kawasan Jalan Tujung Biru. Dalam pertemuan tersebut, kakak beradik AN dan IN turut hadir.
Ketegangan muncul saat terjadi perselisihan antara AN dan tetangga kos. AS yang berusaha melerai justru tanpa sengaja menyenggol gelas hingga pecah, yang kemudian melukai kaki istri tetangga kos serta IN.
Situasi semakin memanas ketika IN menanyakan siapa yang memecahkan gelas. AS mengakui perbuatannya, namun justru berujung pada caci maki hingga aksi pemukulan oleh AN.
Tidak terima diperlakukan demikian, AS kemudian menghubungi rekan-rekannya saat hendak pulang. Tak lama berselang, kelompok AS datang dan bentrokan pun tak terhindarkan. Aksi saling lempar batu terjadi, bahkan sempat muncul dugaan adanya pihak yang membawa senjata tajam.
Hingga kini, polisi masih terus mendalami kasus tersebut sekaligus memburu pihak-pihak lain yang terlibat guna memastikan situasi kamtibmas di wilayah Denpasar Selatan tetap kondusif.***
Editor : M.Ridwan