Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Imbas Penggerebekan Gas Oplosan di Subagan, Karangasem,  Konsumen Waswas, Penjualan di Warung Melambat

Zulfika Rahman • Kamis, 30 April 2026 | 08:52 WIB
Ilustrasi penggerebekan oplosan elpiji 3 kilogram. (gambar dighital gemini/radar bali)
Ilustrasi penggerebekan oplosan elpiji 3 kilogram. (gambar dighital gemini/radar bali)

AMLAPURA , Radar Bali.id– Kasus penggerebekan gudang pengoplosan gas elpiji oleh Sat Reskrim Polres Karangasem di Kelurahan Subagan mulai berdampak pada psikologi pasar.

Masyarakat kini dilaporkan jauh lebih waspada dan selektif saat membeli gas, terutama tabung melon 3 kilogram.

Baca Juga: Wow! Tabung Gas Hasil Sitaan Kasus Pengoplosan di Gianyar Segera Dilelang, Jumlahnya Ribuan!

Hajar Aini, salah seorang agen gas elpiji di Karangasem, mengaku merasakan perubahan tersebut.

"Biasanya stok di warung-warung habis dalam dua hari, sekarang bisa sampai empat hari baru habis. Konsumen sangat berhati-hati," keluhnya, Rabu (29/4/2026).

Aini menyayangkan ulah oknum tidak bertanggung jawab yang mencari keuntungan dengan memindahkan isi gas subsidi 3 kg ke tabung non-subsidi (5,5 kg hingga 50 kg).

Ia menjamin bahwa pasokan dari agen resmi tetap murni sesuai standar SPPBE.

 Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan kasus setelah sebelumnya berhasil mengamankan pemilik gudang, pekerja, dan ratusan tabung sebagai barang bukti.[*]

Editor : Hari Puspita
#elpiji melon #elpiji 3 kg #karangasem #penggerebekan #pengoplosan