Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cek Fakta! Sengketa Internal Dharma Experience Pecatu Aparat Disebut Turun Tangan, Diduga atas Permintaan Investor

Admin Radar Bali • Minggu, 3 Mei 2026 | 00:08 WIB
KISRUH: Kolase foto situasi menegangkan di The Dharma Experience, Pecatu, Kuta Selatan. (IST/radarbali.id)
KISRUH: Kolase foto situasi menegangkan di The Dharma Experience, Pecatu, Kuta Selatan. (IST/radarbali.id)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com– Sengketa internal yang Terjadi di The Dharma Experience, dan upaya gulingkan Direktur Utama PT Melali Management and Consultancy, Jake Seaforth Mackenzie, ternyata ada sejumlah investor asing asal Australia terlibat. Bahkan Kuasa hukumnya, Nikolas Johan Kilikily, SH., MH., mengungkap adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam konflik yang terjadi di lingkungan Dharma Restaurant.

Menurut Nikolas, pihaknya mengantongi sejumlah bukti berupa rekaman CCTV, video dokumentasi, hingga percakapan telepon yang menunjukkan adanya kehadiran anggota Oknum Aparat di lokasi. Dalam dokumentasi tersebut, terlihat seorang oknum aparat berjaga seorang diri pada hari kedua, dengan tujuan memantau sekaligus mengantisipasi kedatangan Jake Mackenzie.

“Keberadaan Oknum aparat disebut atas perintah komandan alias pimpinan, yang diduga menerima permintaan sejumlah pemegang saham," bebernya sembari mengatakan, salah satunya adalah Dean Morrison. Informasi ini sebelumnya juga disebut berasal dari David James Parry,” ungkap Nikolas.

Situasi itu juga diperkuat keterangan saksi di lokasi Yulia Wahyuni, selaku Direktur Utama CV Budha Dharma Jaya dan PT Ramana Maharshi Arunachala, disebut mendapati langsung adanya  oknum tersebut yang berjaga dan siap melarang Jake Mackenzie masuk ke area restoran.

Selain itu, rekaman percakapan telepon antara tim manajemen dengan oknum aparat disebut memperjelas adanya instruksi pengamanan tersebut. Saksi lain, Komang Evi Trisna Dewi selaku FOH Manager Dharma Restaurant, juga menyatakan bahwa kehadiran aparat tersebut berkaitan dengan rasa tidak nyaman dan ancaman yang dirasakan terhadap kemungkinan kedatangan Jake Mackenzie.

Tak hanya itu, bukti percakapan WhatsApp antara Dean Morrison dan Yulia Wahyuni juga disebut menunjukkan adanya pengakuan terkait permintaan menghadirkan aparat aparat ke lokasi. 

Kuasa hukum menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelampauan kewenangan, mengingat pengamanan internal seharusnya berada di bawah otoritas manajemen resmi. “Hasil investigasi kami juga mengindikasikan adanya keterlibatan sejumlah investor di balik konflik The Dharma Experience,” tegas Nikolas.

Setidaknya terdapat lima investor yang juga asal dari australia yang disebut terkait dalam pusaran konflik ini, yakni Peter Wallace Grant pemilik Uluwatu Investment Co. Pty Ltd. David Bernard Cullen pemilik Moksa Raw Pty Ltd. Paul Berkelouw pemilik Moksa Raw Pty Ltd. Dean Charles Morrison pemilik Ikaika Dean Morrison Pty Ltd, dan Douglas Murray Warbrick pemilik NEUT Pty Ltd.

Kasus ini pun berpotensi melebar, mengingat adanya dugaan keterlibatan pihak eksternal dalam konflik bisnis internal.***

Editor : M.Ridwan
#pecatu kuta selatan #Dharma Experience #Konflik investasi #Sengketa usaha