Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tak Percaya Sekadar karena Mabuk,  Polisi Selidiki Kelakuan Bule Inggris Ngamuk dan Tusuk Pegawai Hotel di Gerokgak  

Francelino Junior • Jumat, 8 Mei 2026 | 04:24 WIB
MAIN TUSUK : Kelakuan Aaron Michel saat mabuk tertangkap kamera CCTV. (ist)
MAIN TUSUK : Kelakuan Aaron Michel saat mabuk tertangkap kamera CCTV. (ist)

SINGARAJA, RadarBali.id – Polres Buleleng masih terus mendalami motif aksi brutal yang dilakukan Aaron Michel,36, Warga Negara Asing (WNA) asal Britania Raya.

Baca Juga: Imigrasi Bali Amankan 62 WNA Bermasalah, Mulai Pelanggaran Izin Tinggal hingga Investasi Fiktif

Seperti diketahui, Aaron nekat menusuk staf front office sebuah hotel di Kecamatan Gerokgak, Buleleng, pada Selasa (5/5/2026) malam.

Baca Juga: Kondisi Mabuk dan Ngelantur, Bule asal Inggris Tusuk Staf Resort di Buleleng

Hingga kini, polisi masih kesulitan menggali keterangan pasti lantaran pelaku terus berbicara ngelantur.

Ditolak Pihak Hotel  karena Mabuk Berat

Kronologi bermula saat Aaron, yang diketahui menginap di sebuah hotel di Gerokgak sejak akhir April, berniat mencari tempat menginap baru sambil menanyakan fasilitas pesta (party). Namun, staf di hotel pertama sudah melihat gelagat tidak beres karena Aaron dalam kondisi mabuk berat.

Ia kemudian mengendarai mobil Suzuki Fronx DK 1461 FCG menuju hotel lokasi kejadian. Setibanya di sana, petugas keamanan yang curiga langsung mengarahkannya ke area parkir. Saat dihampiri oleh korban (staf FO), Aaron kembali ditolak untuk menginap karena kondisinya yang tidak stabil.

"Korban melihat pelaku mabuk sehingga melarangnya menginap. Di sanalah terjadi peristiwa penusukan tersebut," ungkap Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, Kamis (7/5/2026).

Aksi Penusukan dan Pelarian Aaron ternyata sudah menyiapkan pisau stainless sepanjang 30 sentimeter di dalam tasnya. Senjata tajam itu diayunkan ke arah korban. Meski sempat menangkis, korban mengalami luka robek di punggung tangan, jari kelingking, serta pelipis mata kiri.

Usai melukai korban, pelaku langsung tancap gas. Ia bahkan nekat menabrak plang hotel saat mencoba dihadang oleh petugas keamanan. Pelariannya berakhir sekitar pukul 23.37 WITA ketika polisi berhasil meringkusnya di depan sebuah kafe di wilayah Gilimanuk, Jembrana. Di dalam mobilnya, polisi menemukan pisau yang masih bercak darah.

Pemeriksaan Terkendala Kondisi Pelaku

Hingga saat ini, AKBP Ruzi Gusman mengakui pemeriksaan masih berjalan estafet. "Pelaku keterangannya masih ngelantur. Kami belum bisa pastikan apakah ini murni pengaruh alkohol, narkotika, atau gangguan psikologis," jelasnya.

Sejak Rabu pagi, Aaron telah didampingi oleh pihak konsulat dan penasihat hukum.

Hasil penggeledahan di kamar hotel pertama tempat pelaku menginap, polisi juga menemukan satu set pisau masak berbahan stainless. Atas tindakan brutalnya, bule berambut gondrong ini kini dijerat dengan Pasal 466 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang penganiayaan, serta Pasal 307 ayat (1) terkait kepemilikan senjata tajam.[*]

Editor : Hari Puspita
#turis mabuk #WNA asal inggris #turis inggris #penusukan #kekerasan