TABANAN, Radar Bali.id – Merespons maraknya aksi kejahatan malam, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor),
Polsek Selemadeg kini memperketat pengawasan di wilayah hukumnya. Aparat kepolisian mulai mengintensifkan Blue Light Patrol berbasis barcode untuk mempersempit ruang gerak pelaku kriminal.
Baca Juga: Motor Hilang di Sejumlah Tempat, Dua Pelaku Diringkus, Ini Sepak Terjang Mereka
Respons Cepat Pasca-Kasus J&T
Langkah preventif ini merupakan tindak lanjut dari insiden yang menimpa I Putu Ari Darmawan, seorang karyawan J&T Express asal Bajera. Korban harus kehilangan sepeda motor Honda Scoopy-nya saat sedang melakukan absensi di depan kantornya di wilayah Selemadeg.
Baca Juga: Teledor Saat Absen di Kantor, Motor Karyawan J&T Express di Selemadeg Raib Digondol Maling
Kapolsek Selemadeg, Kompol I Made Subadi, menyatakan bahwa patroli ini menyasar titik-titik krusial pada jam rawan.
"Kami menerjunkan personel gabungan setiap malam untuk menyisir jalur utama Denpasar-Gilimanuk, pusat perbelanjaan, perbankan, hingga pemukiman penduduk di Desa Bajera, Berembeng, dan Selemadeg," jelas Kompol Subadi, Minggu (17/5/2026).
Fokus Keamanan 3C dan Pratima
Selain mengantisipasi tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), patroli ini juga memiliki fokus khusus pada pengamanan tempat ibadah. "Kami memastikan keamanan Pratima yang disakralkan di pura-pura agar terhindar dari pencurian," tambahnya.
Meski hasil evaluasi patroli terbaru menunjukkan situasi yang kondusif, Kapolsek tetap memberikan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak teledor.
Ia mengingatkan bahwa kejahatan sering kali muncul karena adanya kesempatan, seperti kunci motor yang masih nyantol saat parkir. Masyarakat diminta untuk selalu menggunakan kunci ganda demi keamanan bersama.[*]
Editor : Hari Puspita