AMLAPURA, RadarBali.id – Angin segar bisnis ternak menjelang Hari Raya Idul Adha justru diiringi bayang-bayang kriminalitas di gumi panyama-nyaman.
Seusai kasus raibnya dua ekor sapi milik warga di Desa Ababi, Kecamatan Abang, beberapa waktu lalu, Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika langsung mengeluarkan instruksi tegas. Seluruh jajaran Polsek dikerahkan untuk memperketat wilayah dan "membangunkan" kewaspadaan para peternak.
Baca Juga: Duh, Empat Ekor Sapi Hilang di Sawah Digondol Maling
Sapi di Kebun Jadi Sasaran Empuk
Sudah menjadi rahasia umum, banyak warga di Karangasem yang memelihara sapi dengan sistem menggon atau menempatkan kandang jauh dari rumah—seperti di tengah tegalan (kebun) atau areal persawahan. Pola inilah yang kini dibidik oleh para komplotan pencuri karena minim pantauan.
Kasi Humas Polres Karangasem, Ipda I Nengah Artono, seizin Kapolres, membenarkan bahwa kerawanan ini meningkat tajam seiring meroketnya permintaan hewan kurban.
”Banyak kandang di kebun atau sawah yang ditinggal begitu saja saat malam hari. Itu sangat rawan. Karena itu, kami mengimbau peternak yang kandangnya jauh, kalau bisa saat sore atau malam hari sapinya dibawa pulang dulu ke dekat rumah agar tetap dalam pantauan,” ujar Ipda Artono saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026).
Aktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling)
Bukan hanya urusan memindahkan kandang, pihak kepolisian juga meminta masyarakat tidak acuh. Pengawasan kolektif antartetangga kini menjadi kunci utama untuk mempersempit ruang gerak pelaku cakar panjang.
Polres Karangasem menitipkan beberapa poin penting kepada warga untuk mengantisipasi aksi pencurian:
- Peka Kendaraan Asing: Awasi jika ada truk atau kendaraan pikap bermuatan sapi yang melintas di jam-jam tidak wajar.
- Interogasi Terukur: Jangan ragu untuk bertanya secara sopan jika melihat aktivitas bongkar-muat sapi yang mencurigakan di wilayah banjar. "Mungkin bisa ditanya asal-usul sapinya, belinya di mana," imbuh Artono.
- Lapor Cepat: Jika menemukan indikasi yang janggal, warga diminta segera menghubungi Bhabinkamtibmas setempat agar bisa langsung ditindaklanjuti.
Patroli Malam Diintensifkan, Kasus Ababi Masih Gelap
Guna memberikan rasa aman, jajaran kepolisian di tingkat Polsek kini mulai mengintensifkan patroli subuh dan malam hari di jalur-jalur rawan serta kawasan sentra peternakan rakyat.
Sementara itu, terkait misteri hilangnya dua ekor sapi di Desa Ababi yang memicu keresahan ini, Korps Bhayangkara mengaku belum menyerah. Pihak penyidik masih terus mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. "Kasus kehilangan di Desa Ababi sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan intensif," pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita