MANGUPURA, radarbali.jawapos.com – Penanganan kasus bentrokan dua kelompok warga negara asing (WNA) di tempat hiburan malam Jade by Todd English, Jalan Pemelisan Agung, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, masih terus berlangsung, hingga Selasa (26/5/2026).
Polisi belum mengamankan maupun meminta keterangan para pihak yang diduga terlibat karena proses identifikasi masih dilakukan bersama pihak imigrasi.
PS Kepala Subseksi Penerangan Masyarakat Seksi Humas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan penyelidikan masih berjalan dan aparat kepolisian masih berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk memastikan identitas para WNA yang terlibat dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Prof. Dibia Latih 40 Mahasiswa Korsel Menari Kecak Akan Tampil Meramaikan Perhelatan PKB-48
”Masih dalam penyelidikan karena masih berkoordinasi dengan pihak imigrasi terkait identitas pihak yang terlibat,” ujarnya saat dimintai keterangan terkait perkembangan kasus oleh Jawa Pos Radar Bali, Selasa (26/5/2026).
Kasus ini bermula dari keributan berdarah yang pecah di Jade by Todd English pada Jumat dini hari (22/5/2026) sekitar pukul 01.30. Saat itu suasana pesta di klub malam yang dipenuhi ratusan pengunjung mendadak berubah ricuh setelah dua kelompok WNA terlibat cekcok mulut.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kedua kelompok diketahui duduk berdekatan sebelum akhirnya terjadi adu argumen.
Situasi kemudian memanas setelah salah satu pihak diduga melempar gelas ke arah kelompok lainnya. Aksi tersebut memicu perkelahian massal di dalam klub malam.
Keributan berlangsung brutal karena para pelaku tidak hanya saling pukul, tetapi juga menggunakan botol minuman dan pecahan kaca sebagai senjata.
Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, beberapa WNA terlihat mengalami luka akibat terkena pecahan botol. Darah tampak berceceran di lantai lokasi hiburan malam, sementara pengunjung lain berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
Sejumlah tamu yang berusaha melerai pertikaian juga dilaporkan ikut menjadi sasaran amukan kedua kelompok tersebut.
Petugas keamanan tempat hiburan malam akhirnya turun tangan untuk memisahkan para pelaku dan mengevakuasi korban yang mengalami luka ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis.
Polres Badung yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian. Kapolres Badung bersama jajaran Satreskrim turun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta memeriksa rekaman CCTV untuk mengungkap kronologi dan identitas pelaku.
Dari hasil pendataan sementara, bentrokan itu melibatkan sekitar 14 WNA yang terbagi dalam dua kelompok. Polisi menduga konsumsi minuman keras menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya emosi para pelaku.
Selain itu, kondisi klub malam yang terlalu padat disebut turut memperbesar potensi terjadinya gesekan antar pengunjung. Berdasarkan keterangan manajemen, saat kejadian terdapat sekitar 462 tamu yang keluar-masuk di lokasi tersebut.
Padahal, ruangan dengan ukuran sekitar 20 x 30 meter itu hanya memiliki 41 meja dengan kapasitas ideal kurang dari 100 orang.
Kondisi ruangan yang sesak dinilai membuat gesekan kecil mudah berkembang menjadi pertikaian besar. Untuk kepentingan penyelidikan, Satreskrim Polres Badung langsung mensterilkan lokasi dan memasang garis polisi di area tempat hiburan malam tersebut.
Operasional Jade by Todd English pun dihentikan sementara waktu. Pihak manajemen mengaku menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian dan masih menjalani pemeriksaan terkait insiden tersebut.
Hingga kini, polisi masih mendalami identitas seluruh pihak yang terlibat dan belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait kemungkinan penetapan tersangka dalam kasus bentrokan antar-WNA tersebut.***
Editor : M.Ridwan