AMLAPURA, Radar Bali.id - Nasib apes menimpa Mira Asmara, seorang petugas sensus di Karangasem. Motor matik Honda Scoopy dengan nomor polisi DK 3898 TD miliknya raib digondol maling saat ia tengah menjalankan tugas melakukan pendataan sensus ekonomi di Desa Seraya Barat pada Senin, 8 Juni 2026.
Kapolsek Karangasem, Kompol I Nyoman Merta Kariana mengungkapkan, aksi pencurian ini terjadi karena adanya kesempatan.
Saat korban hendak masuk ke rumah warga untuk melakukan sensus, ia meninggalkan motornya dalam kondisi kunci masih tertancap di stop kontak.
”Waktu sampai di rumah warga, korban melihat sudah ada rekannya di sana. Akhirnya korban balik ke tempat parkir. Saat itulah ia melihat motornya sedang dibawa kabur oleh seorang pelaku laki-laki,” kata Merta Kariana saat dikonfirmasi Selasa, 9 Juni 2026.
Sontak korban langsung berteriak maling, memicu warga sekitar berdatangan dan langsung melakukan pengejaran. Pelaku yang diketahui berasal dari luar Bali itu sempat berhasil memacu motor curiannya. Namun sial, sesampainya di depan Taman Ujung, rekan pelaku yang merupakan pacarnya sendiri justru terjatuh dari motor yang mereka kendarai sebelumnya secara berboncengan.
”Karena pacarnya jatuh, pelaku terpaksa berhenti. Saat itulah warga langsung mengepung, menangkap pelaku, dan melaporkannya ke Babinsa,” jelas Kapolsek.
Proses penangkapan di pinggir jalan tersebut sempat menjadi tontonan warga dan pengendara yang melintas. Pelaku yang mengaku bernama Fatoni tersebut langsung digelandang ke Mapolsek Karangasem. ”Pelaku tidak membawa identitas. Saat ini petugas sedang membawanya ke tempat kosnya di Denpasar untuk mengambil kartu identitas,” imbuhnya.
Saat diinterogasi, keterangan Fatoni kerap berubah-ubah. Ia berdalih awalnya hendak menuju Bunutan bersama pacarnya untuk bekerja proyek. Namun saat melintas di Desa Seraya Barat, ia melihat motor Scoopy dan N-Max dengan kunci nyantol. ”Timbul keinginan mencuri. Pacarnya sebenarnya sudah melarang, tapi pelaku tetap nekat,” tandas Kompol Merta Kariana sembari menegaskan kasus ini masih didalami penyidik. [*]
Editor : Hari Puspita