AMLAPURA, Radar Bali.id – Penyakit masyarakat berupa kasus pencurian di wilayah hukum Polres Karangasem terpantau cukup marak sejak tahun 2025 hingga pertengahan tahun ini.
Baca Juga: Badah! Gegara Kunci Nyantol, Ditinggal BAB di Sungai, Motor Amblas Digondol Maling
Jenis kriminalitas yang paling mendominasi dan meresahkan warga adalah pencurian dengan pemberatan (curat) serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Kapolres Karangasem, AKBP I Made Santika membenarkan fenomena tersebut. Dirinya menyebutkan bahwa dari rentetan penangkapan yang dilakukan oleh jajarannya, petugas berhasil mengungkap banyak kasus pencurian di gumi lahar.
”Kasus curat yang melibatkan perusakan tempat, serta kasus curanmor, saat ini memang menjadi tren kasus yang paling menonjol,” kata AKBP I Made Santika saat memberikan keterangan, Rabu (1/7/2026).
Kendati demikian, jajaran Polres Karangasem telah gencar melakukan tindakan tegas dan penangkapan. Setidaknya ada beberapa kasus pencurian besar yang sempat menyedot perhatian publik berhasil digulung.
Di antaranya adalah komplotan pencurian hewan ternak yang beraksi di delapan tempat kejadian perkara (TKP), pencurian mahkota sakral (Bhawa) di Desa Budakeling, hingga kasus pencurian kabel dan bahan bangunan.
”Ini semua masuk jenis curat, dan kami sudah berhasil menangkap para pelakunya,” tegasnya.
Sementara untuk kasus curanmor, perwira dengan pangkat dua melati di pundak ini membeberkan bahwa sebagian besar pelaku menyasar motor-motor korban yang kuncinya teledor dibiarkan nyantol. ”Sebagian besar modusnya seperti itu, memanfaatkan keteledoran pemilik kendaraan,” jelasnya.
Atas kondisi ini, pihak kepolisian mengimbau dengan sangat agar masyarakat selalu waspada dan tidak teledor saat meninggalkan rumah maupun kendaraan.
Pastikan rumah dalam kondisi terkunci rapat saat bepergian, dan jangan sekali-kali membiarkan kunci motor menancap di kendaraan saat ditinggal walau hanya sebentar.
Selain maraknya kasus pencurian, AKBP I Made Santika juga menyoroti kasus narkoba yang grafiknya cukup tinggi di Karangasem. Hal ini terbukti dari jumlah penangkapan yang dilakukan Korps Bhayangkara yang berhasil melampaui target yang ditentukan.
”Setelah dilakukan pengembangan, selalu muncul tersangka baru yang sebelumnya bahkan tidak masuk dalam daftar target operasi (TO). Ini juga menjadi perhatian serius kami ke depan,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita