Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Turis India Diduga Jadi Korban Geng Mobil di Kuta, Uang Rp 140 Juta Raib, Korban Mengaku Dibius, Begini Kejadiannya

Andre Sulla • Kamis, 2 Juli 2026 | 20:57 WIB
TARGET: Tempat penginapan wisatawan asal India, Somwati, 45, di Kuta, Badung. (GEMINI AI/radarbali.id)
TARGET: Tempat penginapan wisatawan asal India, Somwati, 45, di Kuta, Badung. (GEMINI AI/radarbali.id)
 

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com – Kasus yang mencoreng citra pariwisata Bali kembali terjadi. Seorang wisatawan asal India, Somwati, 45, mengaku menjadi korban aksi kejahatan bermodus pembiusan yang diduga dilakukan komplotan “geng mobil” di kawasan Kuta, Badung, Senin (29/6/2026) sekitar pukul 17.30 Wita. 

Akibat kejadian itu, korban kehilangan uang tunai dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 140 juta. 

Saat itu Somwati bersama putranya baru saja check-in di sebuah hotel bintang lima, Jalan Sunset Road, Kuta, untuk menikmati liburan selama empat hari di Bali. Namun, baru beberapa jam berada di hotel, petaka datang saat keduanya keluar dari hotel, sebuah mobil tiba-tiba berhenti di dekat mereka. 

 Baca Juga: Pilot WN AS Tewas, Pesawat AMA Dibakar KKB di Yahukimo Papua

Di dalam kendaraan itu terdapat seorang pria, seorang perempuan, dan dua anak-anak.

Somwati menuturkan, para pelaku awalnya mengajak berbincang dengan ramah, bahkan memuji-muji India untuk menciptakan kedekatan. Merasa tak ada yang mencurigakan, korban pun meladeni percakapan tersebut.

Situasi berubah ketika salah satu pelaku diduga menyodorkan sesuatu yang membuat korban dan anaknya mencium zat tak dikenal.

“Saat itu kami langsung merasa linglung, seperti kehilangan kendali dan sulit berpikir jernih,” ujar Somwati kepada pihak Jawa Pos Radar Bali, Kamis (2/7/2026).

Dalam kondisi tidak sadar penuh, Somwati mengaku diminta tetap berada di dalam mobil bersama perempuan yang diduga bagian dari komplotan. Sementara pelaku pria membawa putranya kembali masuk ke hotel menuju kamar nomor 239.

Diduga saat itulah pelaku misterius itu menguras seluruh uang tunai milik korban yang disimpan di dalam kamar. Uang yang hilang terdiri dari 60 juta Dong Vietnam, Rp 90 juta, 100 Dolar Amerika Serikat, beserta 50 ribu Rupee India.

"Jika ditotal, kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai lebih dari Rp 140 juta," tambahnya.

Setelah sadar dan menyadari uangnya raib, Somwati langsung melapor kepada pihak hotel. Namun, ia mengaku tidak mendapat bantuan berarti dari manajemen hotel.

“Saya sudah memberi tahu staf hotel, tapi mereka bilang itu bukan tanggung jawab hotel,” katanya dengan nada kecewa.

Tak berhenti di situ, korban juga mengaku mengalami ketakutan setelah komplotan yang sama disebut sempat kembali melintas di depan hotel pada Selasa malam (30/6/2026), bahkan sempat menghentikan kendaraan di dekat lokasi mereka berada. Korban menduga hal itu sebagai bentuk intimidasi.

 Baca Juga: Gastronomy Leaders 2.0: Industri Restoran Bali Bersatu Membawa Pulau Dewata ke Panggung Kuliner Dunia

Atas kejadian tersebut, Somwati telah membuat laporan pengaduan resmi ke Polresta Denpasar dengan Nomor Reg: DUMAS/631/VI/2026/SPKT.SATRESKRIM/POLRESTA DPS/POLDA BALI. Terpisah, Kasi Humas Polresta Denpasar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., membenarkan adanya laporan tersebut. 

Polisi kini masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti. Polisi juga memeriksa rekaman CCTV di area hotel untuk melacak identitas para pelaku. “Benar, korban sudah datang dan membuat laporan. Saat ini masih dalam proses penyidikan oleh Sat Reskrim,” ujarnya.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena modus yang digunakan dinilai cukup rapi dan berpotensi mengancam keamanan wisatawan di Bali.

"Polisi mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan asing, agar lebih waspada terhadap orang tak dikenal yang tiba-tiba mengajak berinteraksi di area publik," pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
#pembiusan #kuta bali #WNA India #kejahatan jalanan