DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Pria asal Singapura, MZ, diketahui benar-benar kejam. Salah satu pemain biliar dari Negara tertangga terdekat itu tega membunuh kekasihnya sendiri yakni perempuan muda, AS, 26, asal Tegal, Jawa Tengah, yang akhirnya ditemukan membusuk di kamar kos kawasan Jalan Mekar II, Banjar Pitik, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 19.00 Wita.
Gerak cepat ditunjukkan jajaran kepolisian dalam mengungkap sang pembunuh. Kurang dari tiga jam setelah jasad wanita bekerja di Billiard Jalan Nakula Kuta ditemukan, tim gabungan Polda Bali, Satreskrim Polresta Denpasar, dan Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan berhasil mengamankan terduga pelaku di tempat persembunyiannya, kawasan Denpasar.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., yang memimpin langsung olah tempat kejadian perkara (TKP), membenarkan keberhasilan pengungkapan kasus tersebut.
"Kurang dari tiga jam, tim gabungan Polda Bali dan Satreskrim Polresta Denpasar bersama Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan berhasil mengamankan pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia” tegas Kombes Leonardo, Kamis (16/7/2026).
Lebih lanjut dijelaskan, korban diketahui berinisial AS asal Tegal, Jawa Tengah ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Rumah Kost Arta, kamar nomor 2, Jalan Mekar II Blok A 12 Kavling 6, sekitar pukul 19.00 Wita. Penemuan jenazah tersebut sempat menggegerkan warga sekitar.
Baca Juga: Saksi Fakta Ungkap Tak Ada Perantara Jual Beli Lahan di Jombang Jawa Timur
Pasalnya, kondisi tubuh korban sudah mengalami pembusukan lanjut, mengeluarkan bau menyengat, serta sebagian tubuhnya tertutup tumpukan boneka dan karpet yang disusun rapi.
"Kasus ini pertama kali terungkap setelah RA, adik kandung korban, mendatangi kamar kos kakaknya," cetus Kapolresta.
Kedatangan RA dilatarbelakangi rasa khawatir lantaran nomor telepon korban tidak dapat dihubungi selama beberapa hari terakhir.
Sesampainya di lokasi, RA mencium bau busuk yang sangat menyengat dari dalam area kos. Kecurigaannya semakin kuat ketika membuka pintu kamar dan mendapati sebagian rambut serta tubuh kakaknya tertutup boneka.
Di tengah kepanikan itu, RA melihat seorang pria berinisial MZ, 26, warga negara Singapura yang diketahui merupakan kekasih AS, keluar dari kamar yang berada tepat di sebelah kamar korban.
RA sempat bertanya mengenai keberadaan kakaknya. “Mana kakakku?” tanyanya. Namun, pertanyaan tersebut tidak dijawab oleh MZ.
Merasa ada sesuatu yang tidak beres, RA kemudian memukul pria tersebut menggunakan helm yang dibawanya. Setelah kejadian itu, MZ langsung meninggalkan lokasi dengan sepeda motor.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Tak butuh waktu lama, tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Satreskrim Polresta Denpasar, serta Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan bergerak melakukan.
Berkat serangkaian penyelidikan, pengumpulan keterangan saksi, serta analisis di lapangan, hasil penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku membuahkan hasil.
Polisi akhirnya berhasil mengamankan MZ kurang dari tiga jam setelah penemuan jasad korban.
Meski demikian, hingga kini aparat kepolisian masih mendalami motif dan kronologi pasti yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Penyidik juga masih menunggu hasil autopsi dari tim medis RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.
Dari keterangan RA, korban dan dirinya bekerja di sebuah tempat biliar di kawasan Jalan Nakula, Kuta. Ia mengaku terakhir kali bertemu dengan kakaknya sekitar sepekan lalu.
RA juga mengungkapkan bahwa hubungan korban dengan MZ beberapa kali diwarnai pertengkaran.
Menurutnya, pasangan tersebut sedikitnya dua kali terlibat cekcok setelah korban mengetahui dugaan perselingkuhan yang dilakukan sang pacar. Sementara itu, pengelola rumah kos, Made A, menjelaskan bahwa korban mulai tinggal di lokasi tersebut sejak Maret 2025 bersama MZ..
Fakta lain terungkap dari keterangan seorang perempuan berinisial DP yang mengaku baru menjalin hubungan dengan MZ selama tiga hari terakhir. DP mengenal pria asal Singapura tersebut di tempat kerjanya, yakni sebuah tempat biliar di kawasan Jalan Pura Demak.
Kepada penyidik, DP mengaku sempat diajak menginap oleh MZ di kamar kos tersebut pada Sabtu (11/7) sekitar pukul 23.00 Wita.
Baca Juga: Angkat Isu Sosial Bali, Teater Jungut Sari Potret Sengkarut Tajen, Begini Ceritanya
Saat itu, ia mencium aroma tidak sedap dari dalam kamar, namun tidak mengetahui sumber bau tersebut. Rasa penasaran membuat DP kembali mempertanyakan bau tersebut kepada MZ pada Selasa (14/7). Akan tetapi, pertanyaannya justru memancing emosi pria tersebut. “Ngapain kamu tanya,” ujar MZ sambil memukul tembok.
Saat polisi melakukan olah TKP, korban ditemukan terbaring telentang di lantai kamar. Tubuhnya telah mengalami pembengkakan hebat, kulit ari mengelupas, dan kondisi jenazah sudah memasuki fase pembusukan lanjut. Petugas belum menemukan adanya luka terbuka pada tubuh korban karena kondisi jenazah yang sudah rusak.
Untuk kepentingan penyelidikan, jasad korban dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar menuju RSUP Prof. Ngoerah Denpasar. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang menegaskan bahwa penyidik masih terus bekerja untuk mengungkap secara menyeluruh peristiwa tersebut, termasuk mendalami dugaan tindak penganiayaan yang berujung pada kematian korban.
“Penyelidikan masih terus berlangsung dan jenazah korban akan menjalani otopsi guna memastikan penyebab kematian,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Denpasar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, SH., MH membenarkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku dan saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif.
Kasus kematian perempuan muda di kamar kos tersebut kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Selain memeriksa saksi-saksi, penyidik juga mendalami hubungan antara korban dan terduga pelaku, termasuk dugaan adanya konflik pribadi yang melatarbelakangi tragedi tersebut.
"Otopsi terhadap jenazah korban dijadwalkan berlangsung pada Kamis (16/7) di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar untuk mengungkap penyebab pasti kematian perempuan asal Tegal tersebut," pungkasnya.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com