Usai Kejadian Warga Tewas Dimassa akibat Dugaan Curi Ayam, Perbekel Sidetapa Kecam Aksi Main Hakim Sendiri

Francelino Junior • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 07:27 WIB
SESALKAN AKSI BRUTAL DAN ANARKIS : Perbekel Desa Sidetapa I Made Sutama. (francelino junior)
SESALKAN AKSI BRUTAL DAN ANARKIS : Perbekel Desa Sidetapa I Made Sutama. (francelino junior)

SINGARAJA, Radar Bali.id – Keluarga KD, warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng yang tewas dimassa pada Jumat (24/7/2026) dini hari, dipastikan tidak melaporkan balik peristiwa pengeroyokan yang dilakukan warga Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Baca Juga: Melayat ke Rumah Duka Warga Sidatapa, Ketua Fraksi Gerindra Bali Harja Astawa Sayangkan Aksi Brutal Oknum Pelaku Pengeroyokan di Baturiti

Perbekel Desa Sidetapa I Made Sutama menyayangkan aksi main hakim sendiri tersebut dan mengingatkan bahwa baik korban maupun pelaku sama-sama nyame (saudara) Bali.

Menurutnya, setiap dugaan tindak pidana yang dilakukan seseorang penyelesaiannya harus ditempuh melalui jalur hukum, bukan dengan menghakimi bahkan menghilangkan nyawa.

”Nggak (melaporkan balik), keluarga menerima dan mengikhlaskan. Orangnya juga sudah meninggal dan itu massa yang bergerak. Mungkin kalau ada karma, nanti Tuhan-lah yang memberikan jalan terbaik,” ujar Perbekel Sutama pada Minggu (26/7/2026).

Sutama melanjutkan, meskipun warganya merugikan orang lain karena diduga melakukan pencurian ayam, sadisnya aksi massa hingga menghilangkan nyawa membuat banyak orang merasa simpati. Apalagi dengan beredarnya video anak perempuan KD yang menangis menjerit-jerit melihat ayahnya terbujur kaku.

Sutama mengaku turut merasakan duka mendalam yang dialami keluarga KD. Almarhum diketahui meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Dua di antaranya masih bersekolah, yakni duduk di bangku kelas 1 SMA dan kelas 1 SD, sedangkan anak sulung disebutkan sudah menikah.

”Kita nyame Bali. Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang,” tambahnya.

Perbekel Desa Sidetapa kembali mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara hukum. Ia meminta permasalahan hukum diserahkan sepenuhnya kepada aparat berwenang untuk ditangani, serta mengimbau masyarakat agar tidak saling membunuh. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
pengeroyokan brutal korban meninggal main hakim sendiri pencurian polres buleleng