Cegah Trauma, Siswi SD Korban Oknum Guru di Buleleng Dapat Pandampingan Psikologis Intensif

Francelino Junior • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 07:45 WIB
Ilustrasi ancaman hukuman pidana asusila anak di bawah umur (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi ancaman hukuman pidana asusila anak di bawah umur (gambar digital gemini/radar bali)

SINGARAJA, Radar Bali.id – Pendampingan psikologis terhadap siswi yang menjadi korban pencabulan oleh oknum gurunya sendiri, MGAW, terus dilakukan secara intensif oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dissos P3A) Kabupaten Buleleng.

Baca Juga: Bejat! Nelayan di Nusa Penida Tega Cabuli Anak Bawah Umur, Langsung Diangkut Polisi

Hal ini dilakukan guna memulihkan trauma mendalam yang dialami korban.Kepala Dissos P3A Buleleng, I Putu Kariaman Putra, menyatakan pihaknya telah mengawal kasus ini sejak tahap pemeriksaan awal di Polres Buleleng hingga proses visum.

Baca Juga: Astaga! Berkenalan via Aplikasi Omi, Pria 39 Tahun Setubuhi Anak di Bawah Umur hingga Hamil

Pendampingan psikologis diberikan secara berkala agar tidak mengganggu aktivitas belajar korban. ”Pendampingan oleh psikolog menyesuaikan dengan jam sekolahnya,” ujar Kariaman pada Selasa (4/8/2026).

Aksi bejat tersebut bermula saat korban masih duduk di tingkat akhir sekolah dasar. Dari hasil pendampingan psikologis, terungkap fakta miris bahwa pelaku memanfaatkan kondisi psikologis korban yang merindukan kasih sayang seorang ayah karena tidak tinggal bersama keluarga intinya.

Korban diimingi-imingi perhatian dan peran sosok ayah oleh oknum guru tersebut sebelum akhirnya dicabuli berulang kali. ”Dia merindukan kasih sayang ayah,” ungkap Kariaman.

Peristiwa pilu ini terjadi di salah satu SD di Kota Singaraja. Aksi pencabulan pertama kali dilakukan pelaku pada Maret 2026 di ruang UKS, di mana korban dicium dan diraba area sensitifnya.

Perbuatan tersebut kembali terulang pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 10.00 Wita di kamar mandi guru. Saat kejadian itu, korban yang berusia 12, kembali mengalami perbuatan cabul dari pelaku.

Tak terima atas perlakuan keji yang menimpa buah hatinya, orang tua korban langsung melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Laporan tersebut resmi tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/187/VII/2026/SPKT/Polres Buleleng/Polda Bali pada Minggu (6/7/2026). [*]

 

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
anak di bawah umur asusila pendampingan khusus siswi sd oknum guru