SINGARAJA, Radar Bali.id – Aksi tidak terpuji yang menimpa seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Taiwan di kawasan wisata Lovina mendadak viral di media sosial (medsos).
Baca Juga: Predator Anak di Tabanan Dituntut 16 Tahun Penjara, Ini Pasal-Pasal yang Dinilai Terbukti
Menanggapi kasus tersebut, Polres Buleleng bergerak cepat menjalin koordinasi dengan kepolisian Taiwan guna mengusut tuntas peristiwa tersebut sekaligus menjaga citra keamanan pariwisata Bali.
”Kami telah berkoordinasi dengan Atase Kepolisian Taiwan di Indonesia agar dapat berkomunikasi langsung dengan korban untuk investigasi lanjut,” ujar Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman pada Rabu (12/8/2026).
Baca Juga: Kronologi Kasus Pelecehan Seksual di FH UI: 16 Mahasiswa Jalani Sidang Terbuka Usai Viral
Pengalaman tidak menyenangkan itu diunggah korban melalui akun Instagram @aurosa_a pada Senin (10/8/2026). Saat itu, korban tengah membuat konten Outfit of the Day (OOTD) di tepi jalan kawasan wisata Lovina. Tiba-tiba, seorang pria paruh baya yang tidak dikenal menghampirinya.
Awalnya pria tersebut mengajak berjabat tangan sambil menyapa ramah. Korban yang mengira hal itu bentuk keramahan warga lokal lantas meresponsnya. Namun situasi berubah janggal ketika jabat tangan berlangsung lama dan pelaku mencoba mengarahkan tangan korban ke area vitalnya. Merasa dilecehkan, korban menghempaskan tangannya dan menangis trauma sepanjang perjalanan menuju penginapan.
”Sangat disayangkan sekali. Perbuatan tidak bertanggung jawab ini berpotensi mencederai citra pariwisata dan keramahtamahan Bali, khususnya di Pantai Lovina,” tegas AKBP Ruzi Gusman.
Hasil penelusuran polisi bersama aparatur desa mengidentifikasi pelaku berinisial WS alias Nane, 68, warga Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng. Saat diamankan, pelaku mengakui perbuatannya dan berjanji tidak mengulanginya melalui surat pernyataan bertandatangan.
Kapolres Buleleng mengimbau warga kawasan wisata untuk selalu bersikap santun dan menghormati wisatawan tanpa melakukan kontak fisik berlebihan. ”Jangan sampai ulah satu orang merusak citra keramahan Bali. Polisi menjamin kenyamanan dan keamanan wisatawan,” pungkasnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali