Diklakson Malah Ngamuk, Dua Pria Keroyok ASN Pemkab Tabanan hingga Patah Hidung, Pelaku Masih Bebas

Juliadi Radar Bali • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:42 WIB
Ilustrasi penganiayaan. (gambar digital gemini /radar bali)
Ilustrasi penganiayaan. (gambar digital gemini /radar bali)

TABANAN, Radar Bali.id – Nasib nahas menimpa seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial IGN CEP, 26, yang bertugas di lingkungan Pemkab Tabanan.

Ia menjadi korban penganiayaan berat oleh dua orang tak dikenal di dekat minimarket kawasan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan.

Baca Juga: Buntut Kasus Pengeroyokan saat Malam Pengerupukan di Buleleng, Seorang Pria Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Meski kasus penganiayaan ini sudah dilaporkan korban sejak Senin (15/6/2026) lalu ke Polres Tabanan, namun hingga pertengahan Agustus penanganannya terkesan berjalan lambat. Polisi dianggap masih diam dan belum menangkap para pelaku.

Berdasarkan keterangan korban, aksi pengeroyokan terjadi sekitar pukul 01.40 Wita pada Senin (15/6/2026) lalu. Korban mengalami luka memar di sekujur tubuh hingga patah tulang hidung dan harus menjalani operasi di rumah sakit.

IGN CEP, 26, mengaku dianiaya saat dalam perjalanan pulang seusai bertugas di acara Gong Gebyar Duta Tabanan di Art Center. Ketika melintas di depan Pura Puseh Desa Kukuh, korban melihat sepeda motor yang dikendarai kedua pelaku berjalan pelan di tengah jalan.

Korban yang mengemudikan mobil lantas membunyikan klakson agar bisa mendahului.

"Pelaku akhirnya ke pinggir jalan setelah diklakson, dan saya merasa tidak terjadi apa-apa saat mendahului mereka sehingga fokus menyetir," ucapnya.

Mendekati lokasi kejadian, tiba-tiba pelaku membuntutinya dari arah belakang, memepet kendaraan, lalu memukul kaca mobil korban. Korban akhirnya berhenti di pinggir jalan. Begitu membuka pintu dan belum sempat turun, ia langsung diserang kedua pelaku. Kepala bagian belakang dan hidungnya dipukul hingga berdarah.

"Saya juga diseret keluar mobil hingga kaki terluka kena aspal dan pakaian robek. Sewaktu diseret itu, saya juga dipukul dan ditendang," bebernya.

Dalam kondisi sempoyongan, korban berusaha bangun. Namun, pelaku kembali melayangkan pukulan keras hingga tulang hidungnya patah. "Setelah berhenti mengeroyok, saya ke pinggir dan duduk," ucapnya.

Salah seorang pelaku kemudian bertanya dengan nada emosi, "Engken maksud ci ngebel? (Apa maksudmu membunyikan klakson?)". Korban pun menjawab hanya ingin mendahului karena hendak pulang.

"Mereka mengaku tidak terima dan tersinggung ketika diklakson, sempat kembali menantang duel. Saya akhirnya bilang bekerja di kantor bupati," ungkap korban.

Setelah para pelaku pergi, korban dalam kondisi terluka parah dan berdarah berusaha mengemudikan mobilnya menuju Polres Tabanan.

"Sampai Polres, saya disuruh berobat dulu ke rumah sakit. Kemarin baru sekali operasi dan rencana operasi kedua kali karena hidung saya masih terasa mampet akibat tulangnya patah," ujarnya.

Korban mengaku sudah beberapa kali dipanggil untuk dimintai keterangan oleh polisi, tetapi pelaku tak kunjung ditangkap. "Saya berharap polisi segera menangkap pelaku," harapnya.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani saat dikonfirmasi terkait perkembangan kasus tersebut merespons singkat. "Izin, mohon waktu," jawabnya via WhatsApp.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP I Made Teddy Satria Permana menyatakan kasus penganiayaan ASN Pemkab Tabanan tersebut masih dalam penyelidikan. "Kami masih lakukan penyelidikan," tegasnya, Rabu (19/8/2026). [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
penganiayaan pengeroyokan pemukulan polres tabanan asn