Kejari Maraton Periksa 20 Saksi untuk Mengusut Dugaan Korupsi BBM dan Mamin di Diskes Tabanan

Juliadi Radar Bali • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:04 WIB
DIGELEDAH: Kejari Tabanan melakukan penggeledahan untuk mencari alat bukti, beberapa waktu lalu. (Juliadi/Radar Bali)
DIGELEDAH: Kejari Tabanan melakukan penggeledahan untuk mencari alat bukti, beberapa waktu lalu. (Juliadi/Radar Bali)

TABANAN, Radar Bali .id– Penyidikan kasus dugaan korupsi bahan bakar minyak (BBM), pelumas, serta makan dan minum (mamin) di Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan terus digeber. Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan melakukan pemeriksaan saksi secara maraton.

Baca Juga: Usut Dugaan SPJ Fiktif Diskes Tabanan, Jaksa Bidik Enam Staf dan Lacak Percakapan Ponsel

Hingga Rabu (19/8/2026), sedikitnya sudah ada 20 orang saksi yang dimintai keterangannya oleh penyidik.

Kasi Pidsus Kejari Tabanan I Made Santiawan membenarkan bahwa pemeriksaan saksi masih berlangsung intensif. Bahkan, pemeriksaan dilakukan secara beruntun sejak beberapa hari terakhir dan dijadwalkan terus berlanjut.

Baca Juga: Geledah Kantor Diskes Tabanan hingga Malam, Penyidik Kejari Sita Laptop hingga 126 Dokumen Korupsi BBM dan Mamin

“Pemeriksaan saksi-saksi yang berhubungan langsung dengan kasus ini terus kami lakukan,” tegas Santiawan.

Ia menjelaskan, pemeriksaan maraton telah berlangsung sejak Selasa (18/8/2026) dan dilanjutkan pada Rabu (19/8/2026). Pihaknya juga menjadwalkan agenda pemeriksaan lanjutan pada Kamis (20/8/2026). Meski demikian, Santiawan belum merinci detail asal instansi para saksi tersebut.

Sebelumnya, tim penyidik telah memeriksa 18 orang saksi sebelum melakukan penggeledahan di Kantor Dinkes Tabanan pada Senin (10/8/2026) lalu. Pascapenggeledahan, lima orang saksi kembali diperiksa, baik dari unsur Dinkes, Dinas Koperasi, hingga Inspektorat Daerah.

Santiawan menegaskan, jumlah saksi masih berpotensi terus bertambah. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan penyidik untuk menggali lebih dalam rincian perkara serta keterlibatan pihak-pihak yang mengetahui pengelolaan kegiatan yang tengah disidik.

“Untuk sementara 20 orang, dan dari perkembangan penyidikan kemungkinan akan bertambah,” ungkapnya.

Dari 20 saksi yang diperiksa, sebagian di antaranya merupakan pegawai yang pernah bertugas di Dinkes Tabanan. Penyidik juga menghadapi tantangan karena sejumlah pegawai kini telah dimutasi atau berpindah tugas. “Karena banyak juga yang telah pindah dari Dinkes,” pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
penyidik kejaksaan dugaan korupsi pemeriksaan saksi diskes tabanan Kejari Tabanan