AMLAPURA, Radar Bali.id – Keributan yang melibatkan oknum warga asal Sumba, NTT kembali terjadi di Karangasem. Kejadian berlangsung Minggu, 23 Agustus 2026 malam.
Keributan pecah di salah satu warung di wilayah Banjar Dinas Pangi Tebel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis. Pemicunya didasari tiga orang oknum asal Sumba yang dalam kondisi mabuk saat mengendarai sepeda motor.
Baca Juga: Dipicu Pesta Miras, Perkelahian Sesama Perantau di Pecatu Bali Berujung Maut
Informasi yang dihimpun, kejadian perkelahian yang melibatkan warga lokal tersebut terjadi saat tiga orang warga asal Sumba melintas di Jalan Raya Pengalon.
Saat mengendarai motor, ketiganya berada di bawah pengaruh alkohol usai menggelar pesta miras.
Baca Juga: Diduga Mabuk Miras, Pria di Songan Kintamani Mengamuk Bawa Senjata Tajam
Saat berkendara, ketiga orang tersebut menggeber suara knalpot motor dan mengemudi secara ugal-ugalan. Karena aksinya dinilai membahayakan pengguna jalan lain, salah seorang warga lokal berinisial AP menegur mereka.
Namun, teguran tersebut justru memicu ketersinggungan. Ketiga orang itu diduga emosi dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada warga.
Situasi pun memanas hingga terjadi keributan dan aksi baku hantam. Dalam kejadian tersebut, AP diduga dikeroyok oleh ketiga orang tersebut.
Kapolsek Manggis Kompol I Made Suadnyana saat dikonfirmasi pada Senin, 24 Agustus 2026 membenarkan adanya kejadian tersebut. Usai menerima laporan, jajaran Polsek Manggis langsung mendatangi lokasi kejadian. Setelah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi, polisi langsung mengamankan ketiga warga Sumba tersebut.
”Ya benar, ada tiga orang sudah kami amankan, namun apakah itu arahnya ke perkelahian atau pengeroyokan, kami masih dalami,” jelasnya.
Saat ini, ketiga oknum warga Sumba tersebut masih diamankan di Polsek Manggis. Polisi masih melakukan pendalaman terhadap keterangan para pihak terkait serta kronologi lengkap kejadian untuk menentukan proses hukum selanjutnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali