Sistem Monitoring Alarm Berbunyi, Baterai Lithium Tower Seluler di Perancak Ternyata Digondol Maling

Muhammad Basir • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 07:52 WIB

 

ilustrasi aksi maling terekam kamera CCTV. (gambar digital gemini/Radar Bali)
ilustrasi aksi maling terekam kamera CCTV. (gambar digital gemini/Radar Bali)

NEGARA, Radar Bali.id – Keamanan infrastruktur telekomunikasi di Kabupaten Jembrana kembali dibobol kawanan pencuri.

Dua unit baterai lithium merek Huawei milik salah satu provider seluler raib disikat maling dari bangunan tower yang berlokasi di wilayah Desa Perancak, Kecamatan Jembrana.

Baca Juga: Operasi Sikat Goak Poleng, Polres Buleleng Gulung Sindikat Spesialis Baterai Tower dan Seabrek Tersangka

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi pencurian tersebut baru terdeteksi setelah sistem monitoring alarm perusahaan mendeteksi adanya baterai yang hilang. Laporan tersebut diterima oleh pelapor dari petugas monitoring control room pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 03.00 Wita.

Mendapat laporan itu, pelapor langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan mendalam. Betapa kagetnya pelapor saat mendapati lemari besi tempat penyimpanan baterai sudah dalam kondisi kosong. Dua unit baterai lithium Huawei yang sebelumnya terpasang rapi dipastikan telah sirna.

Tak hanya itu, pintu gerbang utama menuju areal tower juga ditemukan dalam keadaan rusak paksa. Temuan kerusakan dan kehilangan tersebut langsung dilaporkan ke manajemen perusahaan.

Berdasarkan penelusuran data historis monitoring, baterai tersebut ternyata sudah terputus dari jaringan sejak Kamis, 3 September 2026 sekitar pukul 18.28 Wita. Artinya, aksi pencurian berlangsung beberapa hari sebelum akhirnya disadari oleh petugas.

Pihak perusahaan lantas menelusuri daftar riwayat personel yang sempat masuk ke area tower. Data internal mencatat, pada Jumat, 28 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00 Wita, sempat ada tim teknisi vendor yang beraktivitas di sekitar tower untuk melakukan pengecekan tegangan baterai. Informasi tersebut kini menjadi petunjuk krusial penelusuran pihak berwajib. Atas kejadian ini, perusahaan memberikan kuasa resmi kepada pelapor untuk melapor ke Polsek Kota Jembrana.

Kasatreskrim Polres Jembrana AKP I Gede Alit Darmana saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan pencurian komponen tower tersebut. "Laporannya sudah kami tindaklanjuti dengan penyelidikan," tegasnya.

Dari hasil penyelidikan awal di lapangan, tim penyidik kepolisian mengklaim telah mengantongi identitas terduga pelaku. Saat ini, aparat kepolisian masih bergerak di lapangan melakukan pengejaran untuk menangkap pelaku. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
perancak jembrana pencurian operator seluler tower