SEMARAPURA, Radar Bali.id - Kabel sepanjang 70 meter di bekas pabrik pengolahan bambu Indobamboe, wilayah Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan raib digondol maling.
Baca Juga: Marak Pencurian Aki Truk di Dawan, Polsek Gencarkan Patroli Subuh ke Kantong Parkir
Peristiwa tersebut baru diketahui pada Senin (5/10/2026) ketika mantan pekerja mengecek kondisi pagar yang diinformasikan roboh.
Dugaan pencurian pertama kali diketahui oleh I Made Suwirta, seorang warga Banjar Sangging, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. Ia mendatangi lokasi setelah mendapat informasi dari petani garam sekitar bahwa pagar sisi timur pabrik telah roboh sekitar pukul 10.00 Wita. Suwirta merespons info tersebut karena dulunya merupakan mantan pegawai di pabrik tersebut.
"Atas informasi tersebut, I Made Suwirta datang melakukan pengecekan dan bermaksud mendokumentasikan kondisi pagar melalui foto untuk dilaporkan kepada pemilik," ungkap Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa.
Saat mengecek pojok pagar sisi timur, Suwirta melihat celah yang diduga menjadi akses masuk pelaku. Curiga dengan kondisi tersebut, ia memeriksa area dalam pabrik dan menemukan beberapa potongan kabel sisa dikupas.
Pengecekan lebih lanjut mengonfirmasi beberapa bagian bangunan kehilangan kabel instalasi, seperti gudang sebelah timur, area dekat gardu sisi utara, gudang peralatan pojok barat laut, hingga bangunan sisi selatan.
"Berdasarkan pengecekan awal, panjang kabel yang diduga hilang diperkirakan sekitar 70 meter. Namun jumlah, jenis, ukuran, dan nilai kerugian materiil secara keseluruhan masih menunggu inventarisasi lebih lanjut dari pihak pemilik," jelasnya.
Pihak pemilik yang saat ini berada di luar Kabupaten Klungkung berencana turun langsung mengecek lokasi serta mendata aset yang tersisa.
"Eks pabrik pengolahan bambu ini sudah tidak beroperasi sekitar 1,5 tahun dan seluruh karyawan tidak lagi beraktivitas di lokasi," ungkapnya.
Kondisi bangunan yang tidak berpenghuni dan tanpa aktivitas rutin tersebut membuat pengawasan terhadap aset di area bekas pabrik menjadi sangat terbatas.[*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali