DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Komisi X DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2024-2025 ke Provinsi Bali. Dalam kunjungan yang dilakukan pada Rabu (28/5/2025) ini, dipusatkan di Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII, Penatih, Denpasar Timur.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hj. Himmatul Aliyah yang memimpin kunjungan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi daerah serta memantau langsung implementasi kebijakan pemerintah pusat di bidang pendidikan, kebudayaan, kepemudaan dan olahraga, perpustakaan, riset dan inovasi, serta statistik.
Di mana dalam kesempatan itu, pihaknya menerima banyak keluhan dan masukan dari para pimpinan lembaga perguruan tinggi di Bali.
Dia juga menegaskan pentingnya membangun sinergi antara pusat dan daerah dalam menghadapi berbagai isu strategis pendidikan. Seperti penguatan regulasi melalui revisi UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), optimalisasi anggaran pendidikan, serta pemerataan kualitas pendidikan hingga ke daerah.
”Tentang perguruan tinggi diatur kembali agar tak tumpang tindih terkait penerimaaan mahasiswa. Kurikulum diatur kembali dan muatan lokal diaktifkan kembali," katanya kepada media usai kegiatan.
Dia juga menanggapi adanya informasi tentang banyaknya siswa yang belum baca tulis di Bali. Dia menyebut, hal seperti itu sebenarnya terjadi juga di wilayah lain di Indonesia, tak hanya di Bali.
"Bukan cuma di Bali karena yang tidak membaca ini diklaim IQ ada di bawah rata-rata. Perlu ditelusuri lebih lanjut apakah benar anak-anak tak bisa membaca hingga jenjang SMP, SMA," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Aliyah juga menyebut bahwa sejauh ini kinerja Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII sudah baik. ”Kalau ada kekurangan, bisa kira perbaiki bersama," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala LLDikti Wilayah VIII, Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, ST., MT., menyambut baik kunjungan ini. Dia menyebut bahwa kunjungan tersebut sebagai bentuk nyata perhatian DPR RI terhadap penguatan pendidikan tinggi di daerah.
Dalam paparannya, Eratodi menekankan bahwa LLDikti Wilayah VIII memiliki peran strategis dalam mendampingi peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, baik di Bali maupun Nusa Tenggara Barat.
”LLDikti bukan sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi merupakan mitra aktif perguruan tinggi dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan kapasitas dosen, memfasilitasi akreditasi, hingga mendorong implementasi kebijakan nasional seperti MBKM dan kini Diktisaintek Berdampak," tegasnya.
Dia juga membeberkan data bahwa LLDikti Wilayah VIII mengoordinasikan 160 perguruan tinggi yang terdiri dari PTS, PTN, dan kedinasan, dengan jumlah mahasiswa aktif mencapai 189.526 orang.
Tren pertumbuhan mahasiswa menunjukkan peningkatan positif, namun jumlah penerima KIP Kuliah mengalami penurunan, dari 14.156 (2023) menjadi 12.193 (2025).
Komitmen peningkatan kualitas dosen dibuktikan dengan 93 persen dosen PNS dan 5 persen dosen non-PNS telah bersertifikasi, serta peningkatan signifikan dalam jabatan fungsional akademik dalam tiga tahun terakhir.
LLDikti Wilayah VIII juga tengah mendorong implementasi Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 melalui strategi pembaruan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), peningkatan kerja sama dengan dunia usaha dan industri (DUDI), serta integrasi pelaporan melalui PDDikti dan SIMKATMAWA.
Pertemuan yang berlangsung di Aula Bima, Kantor LLDikti Wilayah VIII ini juga dihadiri Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Chatarina Muliana, kepala dinas terkait dari Pemprov Bali, pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, tokoh pendidikan, organisasi kepemudaan, budayawan, serta komunitas literasi di Provinsi Bali. (mar)
Editor : Rosihan Anwar