KOMPETEN: Pelepasan PMI ke Bulgaria di Sanur, Denpasar pada Kamis (3/4).DENPASAR, radarbali.jawapos.com -Sebanyak kurang lebih 1.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilepas langsung oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin. Pelepasan dilakukan di Sanur, Denpasar Selatan pada Kamis (2/4).
Ribuan pekerja yang sebagian besar berasal dari Bali ini akan bekerja di sektor Hospitality di negara Bulgaria.
Menurut Menteri Mukhtarudin, pihaknya telah melakukan berbagai langkah sebelum melepas ribuan PMI ini ke Bulgaria.
Pihaknya memastikan bahwa Bulgaria merupakan negara yang aman di tengah panasnya konflik di timur tengah dan juga Amerika serta Israel.
”Bulgaria merupakan negara tujuan penempatan. Negaranya aman. Kita kalau menentukan negara penempatan, satu harus aman dulu, jaminan sosialnya bagus, perlindungannya baik. Tidak sembarang negara," katanya kepada media usai pelepasan itu.
Dia memastikan bahwa para pekerja yang dikirim ke luar negeri ini telah memenuhi sejumlah syarat atau kualifikasi dan sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki.
Mukhtarudin menyebut bahwa kualitas PMI asal Indonesia sangat bisa diandalkan dan sangat bisa bersaing Dengan para pekerja dari negara-negara lain.
Namun untuk bisa bekerja di luar negeri, dia meminta masyrakaat untuk berangkat menggunakan jalur yang resmi dan tidak ilegal.
”Jangan tertipu dengan bujuk rayu yang belum tentu benar. Ada dengan lembaga-lembaga pelatihan yang sudah menjadi mitra dan juga penyalurnya. Tentu penghasilan lebih bagus dan perlindungannya lebih maksimal," ujarnya.
Saat ditanya negara mana selalu Bulgaria yang diproyeksi menjadi negara tujuan pengiriman PMI, dia mengungkap bahwa pihaknya sudah melakukan penjajakan dengan beberapa negara, khususnya di Eropa seperti Jerman hingga Italia.
”Masih ada beberapa negara lain yang saat ini dilakukan oenjajakan di Eropa Timur khususnya seperti Jerman dan lainnya. Seperti dalam bidang perawat dan lainnya. Bulgaria kita termasuk penyalur terbesar," imbuhnya.
Sementara itu, Alit Budi Sastrawan, Direktur Management PT. Indonesia Samudra Service (ISS) selaku salah satu perusahaan penempat tenaga kerja mengungkap, pihaknya memberangkatkan sebanyak 500 orang dari total kuota keseluruhan.
Selain itu, setidaknya ada sekitar 500 orang alumni dari Kampus Royal Bali College yang turut diberangkatkan dari total kurang lebih 1.300 orang ke Bulgaria.
”Ini kebetulan pertamakali dan di sini hadir peran pemerintah sangat membantu dari sisi perlindungan dan hak-hak PMI kita di Bulgaria," katanya.
Selain dukungan pemerintah, dukungan juga datang dari perwakilan negara Bulgaria yang membantu dalam proses pengurusan syarat-syarat keberangkatan seperti salah satunya visa.
Dia mengungkap lebih jauh, para Pekerja Migran yang akan berangkat akan bekerja di berbagai sektor Hospitality.
”Dasarnya hotel - hotel yang tempat para pekerja kita di Bulgaria itu dari management sampai store, cafe sampai di dapur. Secara kualitas mereka sudah memenuhi standar kompetensi dan juga mereka rata-rata mempunyai pengalaman," tandasnya.
Editor : Rosihan Anwar