DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Dalam perhelatan desain tahunan di Bali, Jia Curated yang tahun ini mengambil tema “Weaving Nature” Sandei berpartisipasi menggandeng Coullise|INK, Le Château Living, dan Dharmawan Lighting sebagai kolaborator dalam mewujudkan sebuahpavilion.
Bran Suwandrei dari Studio S+AO sebagai desainernya kali ini mengambil tema “The Threaded, An Architecture of Connection”.
Pavilion ini tidak dibangun sebagai satu massa tunggal tetapi terdiri dari serangkaian modul dengan bukaan pada 45 derajat untuk bisa memasukkan cahaya matahari ke dalamnya.
Berlokasi di tepi pantai Pengembak, pavilion ini dibangun seakan membawa alam masuk ke dalamnya.
Menikmati langit yang batasnya sengaja disamarkan, suara ombak yang menenangkan, dan ruang interiornya yang memiliki multi akses dan semi terbuka.
Pavilion ini sebenarnya adalah wujud dari inisiatif Sandei untuk menerapkan konsep keberlanjutan.
Dengan sistem modul, Bran sebagai desainer jadi mudah untuk bisa menggunakan kembali material dariex-pavilion dari perhelatanARCH.ID untuk kemudian ditata dan rancang kembali menjadi pavilion dengan luasan lebih luas di Jia Curated.
Meskipun dibangun dari modul, tetapi Bran tetap memiliki ruang untuk menghadirkan desain pavilion yang berbeda dan mampu mengikuti tema acara Jia Curated tahun ini.
“Sejak awal kami memang merencanakan untuk menggunakan material dan sistem desain yang memungkinkan kita bisa menggunakannya kembali dan tidak langsung dibuang.
Penyesuaian terbesar adalah karena luasan yang lebih besar. Tentunya kali ini desain pavilion lebih terbuka dengan tropical vibe,” jelas Bran Suwandrei, Principal Studio S+AO.
Di dalamnya, pengunjung akan menikmati bagaimana ketika setiap elemen di dalamnya saling mendukung dalam mewujudkan pengalaman meruang yang menyenangkan.
“Sandei menggandeng beberapa kolaborator agar pavilion ini bisa memberikan pengalaman tentang bagaimana satu elemen dan yang lainnya saling mendukung dalam mewujudkan pengalaman rasa yang lengkap,” Jenfilia Suwandrei, Direktur Sandei menambahkan. Untuk pavilion kali ini Le Château Living menghadirkansanitary dengan desain premium.
Kehadirannya kemudian didukung oleh pencahayaan elegan dari Dharmawan Lighting yang memberikan perhatian khusus pada detail desainnya disempurnakan oleh kehadiran high perfomance blinds danoperatable partition dalam meberikan pengalaman rasa di pavilion ini.
Bran merancang pavilion ini untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan dalam pergerakan dan atmosfer ruangan begitu diperhatikan hingga ke detail pemilihan kombinasi material yang memanjakan visual dan juga tactile.
Dalam pavilion ini Dharmawan lighting membantu membangun atmosfer ruang dari siang hari dimana cahaya matahari masih dapat menyinari ruang.
Ketika senja hingga malam tata cahaya dirancang memberi impresi elegan dan disesuaikan dengan kebutuhan untuk beraktivitas di dalam pavilion.
Termasuk memberikan highlight ke pada beberapa material khusus di antaranya material dari sisa blind yang kemudian dipadatkan menjadi salah satu wujud komitmen Sandei dan Coulisse untuk menjalani keberlanjutan dalam keseharian.
Selain mengajak kolaborator dalam mewujudkan pavilion, terdapat beberapa pihak yang menjadi partner, di antaranya adalah Sonne, Skayu, Somfy, dan Peers.
Beberapa jenama juga ikut menjadi supporter adalah Alvin T, Idefab, dan Fufini Microcement.
Selayaknya musem yang kemudian bisa didekati dan bisa dirasakan pengalaman ruangnya, pavilion ini juga banyak diisi oleh tanaman dan vegetasi yang membuat seakan menarik alam masuk ke dalam.
Keseluruhan elemen saling mendukung, menjalin, dan membangun pengalaman yang nantinya bisa dinikmati oleh pengunjung sembari menikmati hidangan dari Guten Morgen dan buku-buku dari Gavrabooks. (tis)
Editor : Rosihan Anwar