DENPASAR,radarbali.id – Sebuah sumber yang dilansir Time of India menyebutkan, Konsul India di Bali, Neeharika Singh disebut-sebut terlibat dalam kasus tindak pidana penipuan dan pencucian uang oleh Anee Bullion Industry (ABI) senilai Rs 600 crore.
Bahkan, salah satu media terkemuka di India ini menulis, pihak Direktorat Penegakan (ED) hukum telah menerbitkan panggilan kepada petugas layanan luar negeri India (IFS) untuk hadir memberikan keterangan dalam waktu 15 hari sejak surat panggilan diterbitkan.
Lantas apa kaitan Niharika Singh dengan perkara yang membelit perusahaan ABI di India tersebut?. Dalam dokumen pemeriksaan disebut, bahwa Niharika Singh yang kini bertugas sebagai konsul India di Bali adalah istri pemilik ABI yang bernama Ajit Kumar Gupta.
Berdasarkan laporan penyidik penegakan hukum India (ED), bahwa kasus pencucian uang terhadap ABI sudah bergulir sejak tahun 2019 berdasarkan 30 FIR dan pengaduan yang didaftarkan oleh Polisi UP terhadap Ajit Kumar Gupta.
Bukan hanya itu, STF UP bersama Polsek Lucknow telah menangkap Ajit Kumar Gupta pada 16 Juli 2020 untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dimuka hukum.
Keterlibatan Niharika ini dinyatakan tercium bersdasar hasil pengembangan pemeriksaan. Selanjutnya pada tahun 2021, penyidik menambahkan nama petugas IFS dalam kasus PMLA.
Sumber mengungkapkan selama penyelidikan terhadap Ajit Kumar Gupta beberapa transaksi dan transfer uang yang melibatkan istrinya, Neeharika Singh berada dalam pengawasan otoritas setempat.
Petugas IFS dalam narasi tersebut mengatakan, Neeharika pernah bertugas menjabat sebagai wakil kepala divisi Afrika Selatan, di Tokyo dan negara-negara Asia Timur, hingga kini ditugaskan sebagai Konsul India.
Bagaimana modus operandi kasus penipuan dan pencucian uang ini? Sumber petugas mengatakan perusahaan ABI menawarkan investasi dengan janji keuntungan besar dalam bentuk skema ponzi di berbagai tempat di Uttar Pradesh.
Dana disetorkan melalui perusahaan antara lain, Anee Bullion Traders, Anee Commodity Brokers Private Limited, Eye Vision India Credit Co-operative Society Limited, Anee Bullion Industries.
“Tawaran skema ponzi itu memikat publik untuk berinvestasi di perusahaan yang menjanjikan keuntungan besar dalam bentuk plot. Perusahaan bahkan mengeluarkan cek mundur untuk meyakinkan investor,” sebut sumber penyidik ED.
Lantas bagaimana Tanggapan Niharika Singh atas tuduhan keterlibatannya dalam skandal penipuan dan pencucian uang investasi tersebut?. Beberapa media termasuk radarbali.id mencoba mengonfirmasi kasus ini langsung kepada yang bersangkutan.
Namun, Wulan, seorang staf Sekretaris Konsul India di Bali menolak menyampaikan pertanyaan wartawan kepada konsul Neeharika Singh dengan alasan bahwa perkara tersebut merupakan urusan pribadinya dan tidak terkait dengan tugasnya sebagai konsul India di Bali.
“Saya rasa itu urusan pribadi beliau ya, jadi tidak pas ditanyakan disini,” kata Wulan, saat ditemui di kantor Konsulat Jenderal India di Renon, Rabu 14 Juni 2023. ***
Editor : M.Ridwan