DENPASAR,radarbali.id – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-Negara Kepulauan atau Archipelagic and Islands States (AIS) 2023 akan berlangsung di Nusa Dua, Bali, 10-11 Oktober.
TelkomGroup menyiagakan 150 personil selama berlangsungnya Konferensi. Hal itu guna memastikan kualitas infrastuktur telekomunikasi. Termasuk mengantisipasi potensi ancaman serangan siber selama KTT digelar.
EVP Divisi Government Service (DGS) Telkom, Syaifudin selaku Ketua Satgas KTT AIS TelkomGroup, menyebut pihaknya menyiagakan 150 personil untuk menjamin keamanan telekomunikasi. Rinciannya kata dia, 100 orang dari Jakarta dan Surabaya, dan sisanya dari Bali.
Baca Juga: PJJ S2 Manajemen Telkom University, Mata Dan Telinga Baru untuk Masa Depan Saya
Dia menjelaskan, ada 70 titik jaringan 4G dan 5G yang disiapkan selama KTT. Dari jumlah itu, 15 jaringan 5G telah disiapkan mulai dari Bandara Ngurah Rai hingga lokasi KTT di Bali International Convention Center (BICC).
Jaringan 5G juga disediakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) yang merupakan media center KTT AIS. Hal ini mengingat ada 500 jurnalis dalam dan luar negeri yang meliput selama even.
Guna menjaga kualitas infrastuktur, personil akan standby 7x24 jam atau sepekan penuh di STO Nusa Dua yang menjadi pusat kontrol. Dengan begitu lanjutntya, kualitas jaringan akan selalu terjaga.
Ini menuirutnya, merupakan wujud dukungan Telkom yang ketiga untuk KTT sebagai agenda strategis nasional setelah sebelumnya mendukung KTT di Labuan Bajo dan Jakarta.
”Dengan pengalaman tersebut Telkom berkomitmen melakukan improvement dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan KTT AIS Forum 2023 dengan menghadirkan infrastruktur jaringan telekomunikasi berkualitas,” tandas Syaifudin.
Selain itu kata Syaifudin, diterjunkan tim untuk melakukan patroli. "Tugas tim memitigasi masuknya serangan siber masuk ke dalam. Sehingga (jika ada serangan siber) akan termonitor," imbuh Syaifudin.
Bahkan pihaknya juga menyediakan infrastruktur dan layanan telekomunikasi untuk Pasukan Pengamanan Presiden, serta beberapa posko kementerian.
“KTT AIS Forum 2023 merupakan agenda strategis dengan coverage internasional, mudah-mudahan kita diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menyediakan infrastruktur jaringan telekomunikasi terbaik untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan KTT tersebut, yang sekaligus menjadi wadah pembuktian kualitas jaringan telekomunikasi Indonesia di mata dunia”, tutup Syaifudin.
KTT AIS akan dihadiri delegasi dari 32 negara. Sejumlah kepala negara dijadwalkan hadir. Antara lain, Perdana Menteri Papua Nugini kedelapan James Marape, Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, Presiden Uni Komoro Azali Assoumani.
Kemudian Presiden Mikronesia Wesley Simina, Perdana Menteri Madagaskar Christian Louis Ntsay, Perdana Menteri Niue Dalton Tagelagi dan terakhir Perdana Menteri Sao Tome dan Principe Patrice Trovoada. ***
Editor : M.Ridwan