Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gila! Satu dari Tujuh Remaja Korsel Rentan Bunuh Diri, Ini Problem Mereka

Jawapos Source control • Rabu, 13 Desember 2023 | 03:05 WIB
RENTAN DEPRESI AKUT : Remaja di Korea Selatan rentan untuk melakukan bunuh diri. (Korea Herald)
RENTAN DEPRESI AKUT : Remaja di Korea Selatan rentan untuk melakukan bunuh diri. (Korea Herald)

RadarBali.id-  Sisi buruk negara industri juga negara maju selalu saja ada. Yakni angka depresi warganya yang tinggi di Tengah ritme kerja  yang monoton.

Angka remaja Korea Selatan yang berpikir untuk bunuh diri terus meningkat. Dikatakan, satu dari tujuh siswa sekarang mempertimbangkan untuk bunuh diri.

Pata akhir 2022, dari sekitar 50.000 siswa sekolah menengah pertama dan menengah atas di Korea Selatan, sekitar 14,3 persen pernah berpikir untuk bunuh diri selama 12 bulan terakhir. Data tersebut didapat dari sebuah survei yang dirilis oleh Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea Selatan.

Survei ini pertama kali dilakukan pada 2005, tingkat presentasi telah melampaui angka 20 persen dalam tiga tahun pertama. Tetapi turun di bawah ambang batas tersebut pada tahun 2008, dan terus mengalami penurunan.

Pada tahun 2020, tingkat presentasi mencapai titik terendah sepanjang masa sebesar 10,9 persen. Namun telah meningkat secara nyata selama dua tahun terakhir.

Di antara para siswa, mereka yang duduk di kelas delapan (sekitar masa pubertas yang dialami oleh banyak remaja) mengalami tingkat tertinggi dalam keinginannya untuk bunuh diri, dengan angka 15,8 persen.

Sementara itu, siswa perempuan mengalami tingkat kerentanan yang lebih tinggi, dengan 17,9 persen dengan mempertimbangkan bunuh diri sebagai pilihan. Hal tersebut jauh lebih tinggi daripada siswa laki-laki, yang mencapai 10,9 persen.

Dikutip dari Korea Herald, hasil penelitian ini muncul dengan lebih dari 40 persen responden mengatakan bahwa mereka mengalami stres yang sangat besar setiap harinya.

Hampir 30 persen siswa mengeluhkan depresi, mengatakan bahwa mereka merasa sedih dan putus asa, sampai mereka tidak ingin lagi menjalani kehidupan sehari-hari selama setidaknya dua minggu dalam satu tahun terakhir.

Pada paruh pertama 2023, 197 remaja bunuh diri yang menandai peningkatan sebanyak 18 persen dari tahun sebelumnya, menurut data yang dirilis oleh Yayasan Pencegahan Bunuh Diri Korea.

Di antara kasus-kasus tersebut, 108 di antaranya merupakan pelajar perempuan, yang menunjukkan lonjakan 48 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu, dimana 73 pelajar perempuan bunuh diri.

Korea Selatan sendiri memiliki reputasi buruk karena memiliki tingkat bunuh diri tertinggi di antara negara-negara anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Sekitar 25,2 dari setiap 100.000 orang bunuh diri pada tahun lalu, lebih dari dua kali lipat dari rata-rata OECD, yaitu 10,6. Korea Selatan telah menduduki posisi teratas sejak tahun 2003.

Untuk memerangi tingkat bunuh diri yang tinggi di negara tersebut, pemerintah mengadakan serangkaian tindakan penanggulangan pada minggu lalu. Termasuk memperluas perawatan kesehatan mental, dan mewajibkan pendidikan pencegahan bunuh diri.

Pemerintah mengumumkan rencananya untuk menurunkan persentasenya ke tingkat rata-rata OECD dalam 10 tahun ke depan pada awal bulan ini. Untuk siswa sekolah dasar, menengah, dan atas, Korea Selatan bermaksud memperkuat sistem deteksi dini masalah kesehatan mental.

Di samping itu, pihak berwenang meningkatkan langkah-langkah untuk dukungan konseling, seperti menerapkan jejaring sosial sebagai salah satu alat komunikasinya.

Pihak berwenang juga telah meluncurkan rencana untuk meningkatkan jumlah konselor yang dekat dengan kehidupan remaja, dan memperkuat keahlian mereka dalam menangani krisis kesehatan mental remaja.

Seperti bunuh diri, melukai diri sendiri, depresi dan kecemasan. Pusat Konseling dan Kesejahteraan Remaja saat ini memiliki 1.398 konselor.[JPG/jawapos]

 

Editor : Hari Puspita
#bunuh diri #Korea Selatan