DENPASAR, radarbali.id - Perhelatan internasional World Water Forum (WWF) ke-10 semakin mendekati Hari H, yakni pada (18/5) hingga (25/5) mendatang. Sejumlah persiapan pun mulai dirampungkan, termasuk di Kota Denpasar.
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa ungkap Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar secara prinsipnya sudah siap menyambut WWF 2024.
"Kami sudah laksanakan simulasi terkait dengan bagaimana rute pembuangan sampah. kemudian kedua kesiapan kita untuk menyambut delegasi dengan melaksanakan pemasangan penjor sepanjang jalur yang akan dilalui oleh para delegasi," paparnya, kemarin (14/5/2024).
Baca Juga: Viral! WNA Rusia Posting Video Dideportasi Tak Wajar, Malah Nyebut Bantu Polisi Menangkap Mafia Narkoba di Bali
Terlebih dengan ditutupnya TPA Suwung selama terselenggaranya WWF 2024. Oleh karenanya Pemkot Denpasar telah mempersiapkan skema pembuangan sampah di TPA Mandung, Tabanan.
Terkait dengan destinasi yang akan dikunjungi oleh delegasi, pihaknya masih belum mendapat informasi pastinya.
"Sementara ini masih dinamis sekali. Secara prinsip, kami kabupaten/kota kewajiban-kewajiban kami untuk mempersiapkan. Mungkin venue-venue secara prinsip di bawah sudah kami lakukan," kata Arya Wibawa.
Baca Juga: Siap Tempur untuk Pilkada, Partai Koalisi Indonesia Maju Bali Bertemu Plus Nasdem
Diberitakan sebelumnya, Pemkot Denpasar menyiapkan tiga destinasi yang bisa dikunjungi oleh delegasi WWF. Di antaranya Embung Sanur, Subak Sembung, dan Tukad Bindu.
Subak Sembung akan memperlihatkan kearifan lokal subak yang sekaligus juga sebagai warisan dunia. Para delegasi dapat melihat pola tradisional pengaturan air di Bali.
Kedua, Embung Sanur memperlihatkan daya tampung banjirnya sebagai antisipasi banjir di Kota Denpasar. Kemudian Tukad Bindu sebagai salah satu inovasi yang dari yang awalnya sungai kumuh, sekarang bisa menjadi tempat mainan atau tempat mandi untuk anak-anak.
Baca Juga: Viral! WNA Rusia Posting Video Dideportasi Tak Wajar, Malah Nyebut Bantu Polisi Menangkap Mafia Narkoba di Bali
"Satu lagi, untuk imbauan mungkin untuk sekolah daring anak-anak kami, Disdikpora belum melapor apakah sudah ada bersurat kami di Disdikpora untuk pelayanan sekolah daring ini," ungkapnya.
Namun jikalau sudah diturunkan imbauan dari provinsi, ia meyakini sekolah di Denpasar sudah siap. Ditambah dengan pengalaman pada saat Covid-19 untuk melaksanakan belajar mengajar secara daring.
Dikonfirmasi Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama ungkap pihaknya masih menunggu surat dari provinsi.
Baca Juga: Batas Waktu Berakhir, Pilwali Denpasar dan Pilbup Badung Nihil Calon Perseorangan
"Kami sudah beberapa kali menghubungi Kadis Provinsi, surat masih di Pak Sekda. Kita kan tunggu. Kita tahu yang terdampak kan hanya dua (sekolah, red). SMP Wisata Sanur dan SMPN 9 Denpasar," terangnya.
Sementara untuk SD disebutnya tak ada yang terdampak dari WWF 2024 di Kota Denpasar.
"H-1 pun kita bisa kok. Karena kita sudah siap anak-anak untuk melaksanakan baik daring maupun luring. Ga ada masalah," sambungnya.
Lebih lanjut, penerapan sekolah daring akan mengikuti lama pelaksanaan WWF 2024 di Kota Denpasar.***