Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

200 Jet Tempur Israel Bombardir Iran, Komandan Garda Revolusi Tewas

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 13 Juni 2025 | 20:34 WIB

BEREBUT STATUS NEGARA NUKLIR - Israel mengerahkan 200 pesawat untuk menyerang 100 target strategis di Iran pada Jumat pagi.
BEREBUT STATUS NEGARA NUKLIR - Israel mengerahkan 200 pesawat untuk menyerang 100 target strategis di Iran pada Jumat pagi.

RADAR BALI – Militer Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Jumat pagi, 13 Juni 2025, yang diklaim menargetkan situs-situs nuklir dan menyebabkan kematian sejumlah komandan militer senior Iran.

Serangan terjadi setelah Israel menuduh Iran menembakkan sekitar 100 drone ke wilayahnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu seperti dikutip BBC menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari "Operasi Singa Bangkit" dan menegaskan bahwa Iran adalah ancaman terhadap "keberlangsungan hidup Israel".

Militer Israel (IDF) mengklaim telah menyerang "puluhan target militer, termasuk target nuklir di berbagai wilayah Iran." Salah satu situs yang dilaporkan terkena adalah fasilitas pengayaan uranium utama Iran di Natanz.

Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasi bahwa situs pengayaan nuklir utama Iran di Natanz terkena serangan Israel.

IAEA menyatakan sedang "memantau dengan cermat situasi yang sangat mengkhawatirkan di Iran" dan melakukan kontak dengan pihak berwenang Iran mengenai tingkat radiasi di situs tersebut serta para inspektur mereka di Iran.

Israel mengklaim komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Hossein Salami tewas di rumahnya. Selain itu, mantan kepala Organisasi Energi Atom Iran Fereydoon Abbasi dan presiden Universitas Islam Azad di Teheran Mohammad Mehdi Tehranch juga dilaporkan tewas.

New York Times melaporkan bahwa setidaknya enam pangkalan militer di sekitar Teheran, serta rumah-rumah komandan militer dan beberapa bangunan tempat tinggal, juga terkena dampak.

Iran menuduh Amerika Serikat mendukung serangan Israel, tuduhan yang dibantah keras oleh AS.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News bahwa ia mengetahui serangan itu sebelumnya, namun menekankan bahwa AS tidak memainkan peran apa pun.

Sekretaris Negara AS Marco Rubio menyatakan bahwa AS tidak terlibat dalam serangan terhadap Iran dan prioritas utamanya adalah melindungi pasukan Amerika di wilayah tersebut.

Di sisi lain, juru bicara angkatan bersenjata Iran menyatakan bahwa AS dan Israel akan membayar "harga mahal" atas serangan tersebut.

Masyarakat internasional menyerukan de-eskalasi. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy mendesak Iran dan Israel untuk "mundur dan mengurangi ketegangan.

Mereka menegaskan bahwa "eskalasi tidak menguntungkan siapa pun di kawasan itu" dan bahwa "stabilitas di Timur Tengah harus menjadi prioritas." ***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#drone #Teheran #garda revolusi iran #terbaru #iran israel #iran israel 2025 #IAEA #iran #israel serang iran #tehran #as #amerika serikat #israel iran #Israel #netanyahu #IAEA dan Iran #benjamin netanyahu #Hussein #israel attack iran #hari ini #amerika #Israel Serang Balik Iran #nuklir #trump #hussein salami #iran vs israel #perang #On #garda revolusi iran (IRGC) #hossein salami