Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Iran vs Israel Terkini: Tiga Pejabat Intelijennya Tewas, Iran Minta Penduduk Israel Mengungsi

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 16 Juni 2025 | 19:53 WIB

 

ESKALASI KONFLIK - Asap mengepul saat ratusan jet temput Israel menyerang puluhan target strategis di Teheran pada Jumat malam.
ESKALASI KONFLIK - Asap mengepul saat ratusan jet temput Israel menyerang puluhan target strategis di Teheran pada Jumat malam.

RADAR BALI – Konflik militer antara Iran dan Israel terus memanas, dengan kedua belah pihak saling melancarkan serangan dan balasan.

Eskalasi terbaru ditandai dengan tewasnya tiga komandan intelijen penting Iran dan seruan militer Iran agar warga Israel meninggalkan negara tersebut, di tengah laporan korban luka dan kerusakan di Israel.

Menurut laporan kantor berita IRNA seperti dikutip Anadolu pada Minggu, juru bicara angkatan bersenjata Iran, Reza Sayyad, menyerukan warga Israel untuk meninggalkan wilayah yang diduduki.
 
Sayyad memperingatkan bahwa Israel mungkin tidak akan "dapat dihuni" dalam beberapa hari mendatang setelah gelombang serangan baru Iran dimulai terhadap Israel.
 
"Peringatan bagi Anda dalam beberapa hari mendatang: Tinggalkan wilayah pendudukan, karena, tentu saja, mereka tidak akan dapat dihuni di masa depan!" ujar Sayyad.
 
Ia juga mengingatkan bahwa "berlindung di bawah tanah tidak akan memberikan keselamatan bagi warga Israel."
 
Sayyad menekankan agar warga Israel "jangan biarkan rezim kriminal itu menggunakan Anda sebagai tameng manusia."

Secara terpisah, Mohsen Rezaei, seorang komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang juga anggota Dewan Kebijaksanaan Iran, menyatakan, "Kita mungkin mencapai titik di mana kita mengambil tindakan besar yang akan menggoyahkan seluruh wilayah."

Rezaei juga mendesak "orang-orang bijak di AS dan Eropa harus bertindak cepat untuk menarik negara mereka dari perang ini, jika tidak, kita tidak bisa berdiam diri dan menyaksikan keterlibatan mereka tanpa membalas."

Eskalasi terbaru ini dipicu oleh serangan udara Israel terhadap beberapa situs di seluruh Iran, termasuk fasilitas militer dan nuklir, pada Jumat.

Serangan tersebut mendorong Teheran untuk melancarkan serangan balasan, dan serangan serta serangan balasan terus berlanjut sejak itu.

Ketegangan semakin meningkat setelah kantor berita Iran Tasnim melaporkan pada Minggu malam bahwa tiga komandan tinggi intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran tewas dalam serangan udara Israel.
 
Dalam sebuah pernyataan, IRGC mengidentifikasi para pejabat yang tewas sebagai Jenderal Mohammad Kazemi, kepala Organisasi Intelijen IRGC; Jenderal Hassan Mohaqeq, wakil kepala intelijen IRGC; dan Jenderal Mohsen Bagheri, perwira intelijen senior.
 
Selain itu, sebuah gedung Kementerian Luar Negeri Iran di ibu kota Teheran juga menjadi sasaran serangan Israel pada Minggu.
 
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengatakan di platform X bahwa "rezim kriminal Israel melancarkan serangan yang disengaja dan kejam terhadap salah satu gedung Kementerian Luar Negeri Iran, yang terletak tepat di seberang Institut Studi Politik dan Internasional."
 
Ia menambahkan bahwa beberapa warga sipil terluka dalam serangan itu, termasuk sejumlah rekannya yang dilarikan ke rumah sakit.
 
Khatibzadeh menyebut serangan ini sebagai "kejahatan perang yang jelas, bagian dari kampanye agresi yang sedang berlangsung dan sistematis dari rezim Israel terhadap Iran."
 
Sementara itu, korban jiwa terus berjatuhan di kedua belah pihak. Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa setidaknya 128 orang tewas dan 900 lainnya terluka sejak serangan Israel dimulai pada Jumat.
 
Di sisi lain, otoritas Israel mengatakan bahwa setidaknya 13 orang tewas dan lebih dari 370 lainnya terluka dalam serangan rudal Iran sejak Jumat.

Kantor berita Anadolu melaporkan pada Minggu bahwa setidaknya sembilan orang terluka di Israel utara dan selatan menyusul gelombang serangan rudal Iran yang baru.

Menurut Layanan Darurat Nasional Israel, Magen David Adom, tujuh orang terluka di kota Haifa di utara, sementara dua lainnya terluka di selatan.

Secara terpisah, lembaga penyiaran publik Israel KAN melaporkan total delapan korban luka akibat serangan rudal terbaru.

Harian Israel Yedioth Ahronoth menambahkan bahwa serangan tersebut memicu beberapa kebakaran di Haifa, termasuk di dua gedung, dan kobaran api juga dilaporkan di Israel selatan.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa kedua belah pihak dapat mencapai perdamaian dan pertemuan serta panggilan untuk tujuan ini sedang berlangsung.

Namun, situasi di lapangan menunjukkan bahwa konflik ini masih jauh dari kata mereda, dengan prospek eskalasi yang lebih lanjut di masa mendatang. ***

Editor : Ibnu Yunianto
#turki #Terbaru 2024 #garda revolusi iran #terbaru #Iran serang israel hari ini #Perang Iran dan Israel #Perang Iran Israel #irgc #iran #israel serang iran #amerika serikat #Israel #Iran Serang Israel Terbaru #netanyahu #Ayatullah Ali Khamenei #Haifa #Ayatullah Khomeini #Israeal #trump #terkini #iran vs israel #perang #garda revolusi iran (IRGC) #presiden iran #Iran serang Israel