SEMARAPURA, Radar Bali.id- Ketegangan yang terjadi antara Iran dan Israel membuat Pemerintah Indonesia memutuskan untuk mengevakuasi warganya dari Iran ke Indonesia mulai Senin (23/6/2025).
Terkait itu, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Klungkung mencatat tidak ada warga asal Klungkung yang menjadi PMI (pekerja migran Indonesia) di Iran maupun Israel.
Meski demikian, Pemkab Klungkung melalui Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Klungkung terus memantau kondisi konflik kedua negara tersebut.
Sebab menurut Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, I Gusti Ayu Made Kusuma Asih, tercatat ada beberapa PMI asal Klungkung bekerja di kawasan timur tengah yang berpotensi terkena imbas ketegangan antara Iran dan Israel tersebut.
”Ada 6 orang PMI asal Klungkung bekerja di Kuwait berdasarkan tanggal data verifikasi (dengan asumsi mereka kerja kontrak 1 tahun, Red),” terangnya.
Dikatakannya, 6 PMI tersebut rata-rata bekerja sebagai pekerja sosial perawatan kesehatan. Yang mana mereka bekerja dengan perantaraan perusahaan penempatan PMI. ”Sementara untuk PMI dengan jalur mandiri, tidak terdata di kami,” ungkapnya.
Sementara itu Sekda Klungkung Anak Agung Lesmana menambahkan, Pemkab Klungkung terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk BP3MI Bali untuk mencari informasi apakah ada PMI asal Klungkung yang dievakuasi dari Iran atau Israel. ”Kami belum terima informasi adanya warga kami yang dievakuasi terkait konflik Iran dan Israel per Senin (23/6),” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita