RadarBali.id- Kekuatan militer dua negara anggota ASEAN ini sebetulnya secara peringkat cukup jauh alias jomplang.
Negeri Gajah Putih, Thailand, kekuatan militernya secara peringkat dunia cukup tinggi secara global. Masuk dalam 25 besar dunia.
Berdasarkan data terbaru dari Global Firepower (Januari 2025), Thailand berada di peringkat ke-25 dari 145 negara dalam hal kekuatan militer.
Berikut adalah gambaran umum kekuatan tentara Thailand:
Personel Militer
- Total Personel: Sekitar 606.850 personel.
- Personel Aktif: Sekitar 360.850 personel.
- Pasukan Cadangan: Sekitar 221.000 personel.
- Paramiliter: Sekitar 25.000 personel.
Anggaran Pertahanan
- Pada tahun 2025, Thailand mengalokasikan anggaran pertahanan sekitar USD 5,89 miliar (sekitar Rp 96 triliun). Angka ini jauh lebih besar dibandingkan negara-negara tetangga seperti Kamboja, yang menunjukkan kemampuan Thailand untuk pengadaan teknologi militer mutakhir, pelatihan, dan pemeliharaan alutsista.
Kekuatan Angkatan Darat
- Tank: Sekitar 635 unit (beberapa sumber menyebut 644 unit).
- Kendaraan Tempur Lapis Baja: Sekitar 16.935 unit (beberapa sumber menyebut 39.808 unit).
- Artileri (Towed dan Self-Propelled): Sekitar 639 unit (beberapa sumber menyebut 256 towed-artillery dan 50 self-propelled artillery).
- Peluncur Roket: Sekitar 26 unit.
- Angkatan Darat juga memiliki armada pesawatnya sendiri, termasuk helikopter seperti Black Hawk dan kendaraan udara nirawak (UAV).
Kekuatan Angkatan Udara
- Total Pesawat: Lebih dari 490 unit (beberapa sumber menyebut 493 unit).
- Jet Tempur: Sekitar 72 unit (termasuk F-16 dan JAS-39 Gripen).
- Pesawat Serang: Sekitar 20 unit (termasuk Alpha Jet).
- Pesawat Angkut Militer: Sekitar 54 unit (termasuk C-130).
- Helikopter: Sekitar 258 unit (termasuk 7 helikopter serang seperti Bell 412 dan EC725).
- Angkatan Udara Thailand dianggap salah satu yang terbaik di Asia Tenggara dalam hal perlengkapan dan pelatihan.
Kekuatan Angkatan Laut
- Kapal Induk Helikopter: 1 unit (HTMS Chakri Naruebet).
- Fregat: 7 unit.
- Korvet: 6 unit.
- Kapal Patroli: 49 unit.
- Kapal Penyapu Ranjau: 5 unit.
- Thailand juga memiliki beberapa kapal amfibi dan pendarat.
- Jumlah personel angkatan laut aktif sekitar 69.850 personel.
Secara keseluruhan, kekuatan militer Thailand sangat dominan di Asia Tenggara dan menunjukkan kemampuan yang signifikan dalam berbagai aspek, mulai dari personel, anggaran, hingga alutsista modern di darat, laut, dan udara.
Kamboja memiliki kekuatan militer yang lebih kecil dibandingkan Thailand, tetapi tetap menjadi kekuatan yang tidak bisa diremehkan di kawasan. Militer Kamboja berfokus pada pertahanan darat dan memiliki hubungan militer yang erat dengan Tiongkok.
Kamboja
Sedangkan untuk Kamboja, berikut ini gambaran umum kekuatan militer Kamboja:
Berdasarkan Global Firepower (data Januari 2025), Kamboja menempati peringkat ke-95 dari 145 negara di dunia.
Personel Militer
- Total Personel: Sekitar 231.000 personel.
- Personel Aktif: Sekitar 221.000 personel.
- Paramiliter: Sekitar 10.000 personel.
- Kamboja tidak memiliki cadangan resmi yang terdata secara signifikan seperti negara lain.
Anggaran Pertahanan
- Pada tahun 2025, Kamboja mengalokasikan anggaran pertahanan sekitar USD 860 juta (sekitar Rp 14 triliun). Meskipun meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, angka ini jauh di bawah anggaran pertahanan Thailand.
Kekuatan Angkatan Darat
- Tank: Kamboja memiliki sekitar 644 unit tank, yang menariknya, lebih banyak dari Thailand (635 unit). Ini menunjukkan fokus Kamboja pada kekuatan darat.
- Kendaraan Tempur Lapis Baja: Sekitar 3.627 unit.
- Artileri Gerak Sendiri (Self-Propelled Artillery): Sekitar 30 unit.
- Peluncur Roket Ganda (MLRS): Kamboja memiliki jumlah yang sangat signifikan, sekitar 463 unit, jauh melampaui Thailand (26 unit). Ini adalah kekuatan utama Angkatan Darat Kamboja yang menunjukkan fokus pada artileri darat sebagai strategi utama.
- Kamboja banyak mengandalkan peralatan militer warisan era Soviet dan juga telah menerima bantuan dan pengadaan senjata dari Tiongkok, seperti sistem artileri Norinco AR2 300 mm dan SH15 155 mm.
Kekuatan Angkatan Udara
- Total Pesawat: Sekitar 25 unit.
- Kamboja tidak memiliki jet tempur atau helikopter serang dalam inventarisnya.
- Angkatan Udara Kamboja lebih berfokus pada pengawasan udara dan dukungan logistik dengan pesawat angkut (seperti Xian MA60, Harbin Y-12, Airbus A320 untuk VIP) dan helikopter utilitas (seperti Mil Mi-8, Harbin Z-9).
- Keterbatasan ini membuat pertahanan udara Kamboja sangat terbatas dalam skenario perang udara modern.
Kekuatan Angkatan Laut
- Total Kapal: Sekitar 20 unit.
- Angkatan Laut Kamboja terbatas pada kapal patroli ringan.
- Kamboja tidak memiliki kapal perang utama seperti fregat, korvet, atau kapal pemburu ranjau.
- Kamboja telah menerima bantuan dari Tiongkok dalam modernisasi pangkalan angkatan laut Ream, yang memicu kekhawatiran negara-negara Barat mengenai kemungkinan penggunaan eksklusif oleh militer Tiongkok.
Kerja Sama Internasional
- Kamboja memiliki hubungan militer yang erat dengan Tiongkok, yang menyediakan peralatan militer, pelatihan, dan dukungan logistik.
- Kamboja juga berupaya menjaga keseimbangan dengan negara lain, bahkan menyatakan keterbukaan untuk menerima kunjungan kapal perang dari Amerika Serikat dan Jepang.
- Kamboja aktif dalam misi penjaga perdamaian PBB, menunjukkan komitmen terhadap keamanan global.
Singkatnya, militer Kamboja, meskipun lebih kecil dan memiliki keterbatasan di udara dan laut, memiliki kekuatan yang signifikan di darat, terutama dalam jumlah tank dan sistem peluncur roket, yang sebagian besar didukung oleh Tiongkok.[dirangkum dari gemini]
Editor : Hari Puspita