RadarBali.id- Di tengah memanasnya isu tentang Ambalat yang berimbas “perang urat saraf” netizen Malaysia versus warganet Indonesia, ternyata banyak lontaran yang menggelikan juga.
Sejumlah warganet Malaysia rupanya masih membanggakan negara mantan penjajahnya, Inggris. Juga sekutu-sekutunya. Macam Australia, Selandia Baru, juga Singapura, yang tergabung dalam Five Power Defence Arrangements (FPDA) atau Gabungan Lima Kekuatan Pertahanan alias koalisi pertahanan antara lima negara dalam kendali Inggris.
Apa itu FPDA? FPDA Adalah koalisi pertahanan antara lima negara yang antara lain:
- Australia
- Malaysia
- Selandia Baru
- Singapura
- Britania Raya (Inggris)
Koalisi ini didirikan pada tahun 1971 sebagai respons atas keputusan Britania Raya untuk menarik pasukan militernya dari kawasan timur Suez.
Tujuannya adalah untuk memberikan jaminan pertahanan bagi Malaysia dan Singapura, yang pada saat itu masih merupakan negara yang baru merdeka dan sedang membangun kemampuan pertahanan mereka.
Meskipun bukan merupakan aliansi militer formal dengan klausul pertahanan bersama (seperti NATO), FPDA memiliki kesepakatan bahwa negara-negara anggotanya akan "segera berkonsultasi bersama" jika Malaysia atau Singapura menghadapi ancaman serangan bersenjata.
FPDA berfokus pada kerja sama pertahanan melalui berbagai cara, yang paling utama adalah dengan mengadakan latihan militer bersama secara teratur. Latihan ini melibatkan angkatan darat, laut, dan udara dari kelima negara, bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas (kemampuan untuk beroperasi bersama) dan memperkuat keamanan di kawasan Asia Tenggara. FPDA dianggap sebagai salah satu kerja sama pertahanan tertua dan paling berkelanjutan di dunia.
FPDA masih aktif sampai sekarang.Meskipun didirikan pada tahun 1971, FPDA telah berhasil beradaptasi dengan tantangan keamanan yang terus berubah.
Para pemimpin pertahanan dari kelima negara (Australia, Malaysia, Selandia Baru, Singapura, dan Inggris) secara rutin menegaskan kembali komitmen mereka terhadap koalisi ini.
Beberapa hal yang menunjukkan bahwa FPDA masih sangat relevan saat ini adalah:
- Latihan Militer Bersama yang Berkelanjutan: Koalisi ini secara teratur mengadakan latihan militer yang kompleks, seperti "Bersama Shield" dan "Bersama Lima," yang melibatkan angkatan udara, laut, dan darat. Latihan-latihan ini penting untuk meningkatkan interoperabilitas (kemampuan untuk beroperasi bersama) dan memperkuat hubungan antar militer.
- Adaptasi Terhadap Ancaman Baru: FPDA tidak hanya fokus pada perang konvensional, tetapi juga telah mengintegrasikan elemen-elemen non-konvensional dalam latihan mereka, seperti keamanan maritim, penanggulangan terorisme, dan bantuan kemanusiaan.
- Penggunaan Teknologi Modern: Dalam beberapa tahun terakhir, latihan FPDA mulai melibatkan teknologi generasi terbaru, seperti pesawat tempur siluman F-35, pesawat pengawas maritim, dan drone, yang menunjukkan bahwa mereka beradaptasi dengan lanskap pertahanan modern.
Dengan demikian, FPDA tetap menjadi salah satu kerangka kerja keamanan yang paling tua dan paling bertahan lama di Asia Tenggara, dan terus memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan.[dirangkum dari berbagai sumber*]
Editor : Hari Puspita