Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Afghanistan Utara: Puluhan Tewas, Masjid Ikonik Rusak

Acep Tomi Rianto • Selasa, 4 November 2025 | 13:21 WIB
GUNCANGAN HEBAT : Kerusakan porak poranda di Afganistan akibat gempa (foto : Akun X @Jóvenes Católicos)
GUNCANGAN HEBAT : Kerusakan porak poranda di Afganistan akibat gempa (foto : Akun X @Jóvenes Católicos)

 

Radar Bali.id– Afghanistan kembali berduka setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,3 mengguncang wilayah utara negara itu pada Senin (3/11/2025) dini hari.

Guncangan kuat ini memicu kepanikan massal dan menyebabkan kehancuran di sejumlah provinsi, dengan laporan awal mencatat setidaknya 20 orang tewas dan sekitar 320 orang lainnya luka-luka.

Korban Jiwa Diperkirakan Terus Bertambah

Kementerian Kesehatan Afghanistan (di bawah pemerintahan Taliban) mengonfirmasi data korban tersebut berasal dari laporan awal pusat-pusat kesehatan di daerah terdampak.

Episentrum gempa, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), berada di kedalaman dangkal 28 kilometer, dekat dengan kota besar Mazar-i-Sharif, ibu kota Provinsi Balkh. Guncangan ini dirasakan kuat hingga ke ibu kota Kabul.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Sharafat Zaman Amar, menyatakan kekhawatiran serius mengenai potensi peningkatan jumlah korban.

"Data korban 20 meninggal dunia dan 320 terluka ini berasal dari laporan rumah sakit yang kami kumpulkan hingga pagi hari. Tim penyelamat dan darurat kami masih berupaya menjangkau wilayah terpencil. Kami sangat khawatir jumlah korban akan meningkat," ujar Sharafat Zaman.

Dampak terparah dilaporkan terjadi di Provinsi Balkh dan Samangan.

Kerusakan Meluas, Ikon Sejarah Terdampak

Kerusakan struktural terlihat jelas di Mazar-i-Sharif. Warga berhamburan ke jalan saat guncangan terjadi. Tragisnya, sebagian kompleks Masjid Biru (Blue Mosque), ikon sejarah yang terkenal dengan ubinnya yang berwarna-warni dari abad ke-15 juga dilaporkan mengalami kerusakan signifikan.

Seorang mantan guru bernama Rahima, yang tinggal di wilayah terdampak, menceritakan kengerian yang ia alami:

“Saya belum pernah mengalami guncangan sekuat ini. Saya berlari keluar bersama keluarga. Beberapa jendela pecah, dan plester di dinding rumah kami hancur. Rumah-rumah di desa-desa sekitar, yang terbuat dari lumpur dan kayu, banyak yang roboh total,” katanya.

Tantangan Bantuan di Tengah Krisis Kemanusiaan

Pemerintah Taliban telah mengerahkan tim penyelamat dari Kementerian Pertahanan dan Kesehatan. Namun, upaya penyelamatan ini menghadapi hambatan besar. Kondisi geografis Afghanistan yang bergunung-gunung dan infrastruktur yang buruk, terutama di desa-desa terpencil, membuat akses bantuan menjadi sangat sulit.

Gempa ini terjadi di sepanjang pegunungan Hindu Kush, wilayah yang sangat aktif secara seismik karena pertemuan Lempeng Tektonik India dan Eurasia.

USGS bahkan telah mengeluarkan Peringatan 'Oranye' (Orange Alert), yang mengindikasikan potensi kerugian ekonomi dan korban jiwa yang signifikan, memerlukan respons di tingkat regional atau nasional.

Tragedi ini menambah daftar panjang bencana alam di Afghanistan. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit atas gempa-gempa bumi dahsyat sebelumnya pada tahun 2023 yang menewaskan ribuan orang dan semakin memperparah krisis kemanusiaan di negara tersebut.

Saat ini, fokus utama adalah pencarian korban yang terjebak dan penyediaan bantuan darurat, termasuk selimut, makanan, dan layanan medis di tengah cuaca dingin di Afghanistan utara. Respons cepat dari komunitas internasional sangat dinantikan untuk mengatasi kebutuhan mendesak ini.[*]

Editor : Hari Puspita
#bencana alam #korban jiwa #gampa bumi #kerusakan bangunan #afganistan