RadarBali.id– Peta geopolitik Timur Tengah resmi memasuki fase paling berbahaya saat ini.Hari ini , Sabtu (28/2/2026), perang terbuka yang selama ini dikhawatirkan akhirnya pecah setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan operasi militer gabungan skala besar ke jantung pertahanan Iran.
Ledakan hebat dilaporkan mengguncang ibu kota Teheran dan beberapa titik strategis lainnya. Eskalasi ini terjadi di tengah kebuntuan negosiasi nuklir yang sensitif, mengubah meja diplomasi menjadi medan tempur dalam hitungan jam.
Serangan Balasan yang Terukur dan Masif
Hanya berselang beberapa waktu setelah serangan udara pertama, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran segera mengaktifkan protokol balasan. Teheran melancarkan hujan rudal balistik yang menargetkan pangkalan militer AS di sepanjang kawasan Teluk, termasuk di Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Langkah ini menandai pergeseran drastis dari perang bayangan (shadow war) menjadi konfrontasi langsung yang melibatkan banyak negara sekutu di jazirah Arab.
Deretan Rudal Andalan Iran
Iran dikenal memiliki gudang senjata balistik terbesar di Timur Tengah. Berikut adalah daftar "mesin perang" yang menjadi andalan Iran dalam menghadapi kekuatan AS dan Israel:
Shahab-1 – misil balistik jarak pendek (SRBM).
- Al-Monitor Shahab-2 – varian liquid-fuel SRBM (sering dibandingkan dengan Scud).
- Missile Defense Advocacy Alliance
Shahab-3 – medium-range ballistic missile (MRBM).
- Al-Monitor Ghadr-110 (Qadr-110) – versi yang disempurnakan dari Shahab-3 dengan jangkauan sekitar 1.800–2.000 km.
- Sejil (Sajjil) – MRBM yang memakai bahan bakar solid dan jangkauan ~2.000 km.
- Al-Monitor Emad – MRBM dengan sistem pemanduan yang lebih akurat (~1.700–2.000 km).
- Al-Monitor Khorramshahr / Kheibar – misil jarak menengah berat berdasarkan desain luar negeri, dengan jangkauan sekitar 2.000 km.
- Army Recognition Zolfaghar (Zulfiqar) – turunan dari keluarga Fateh-110 dengan jangkauan lebih jauh (~700 km).
- Army Recognition Fateh-110 – SRBM solid-fuel taktis (~300 km).
- Fateh-313 – varian lanjutan dari Fateh-110 dengan komposit bahan bakar dan rangka.
- Fath-360 – SRBM taktis modern yang juga diproduksi Iran.
- Haj Qassem – versi yang diberi nama untuk menghormati tokoh militer Iran, digunakan dalam serangan.
Dampak Global
Dunia kini menanti reaksi internasional. Harga minyak mentah dunia diprediksi akan meroket tajam seiring dengan terganggunya keamanan di Selat Hormuz.
Pertanyaan besarnya kini: apakah ini awal dari Perang Dunia Ketiga, ataukah diplomasi masih memiliki celah sempit untuk meredam api yang sudah telanjur menyala? Kita lihat saja bagaimana perkembangannya di bulan suci Ramadan ini.[*]
Editor : Hari Puspita