Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Iran vs Koalisi Amerika Serikat-Israel : Kalkulasi Kekuatan Pembalasan Iran lewat Rudal dan Drone

Admin Radar Bali • Minggu, 1 Maret 2026 | 04:59 WIB

ilustrasi angkatan bersenjata Iran. (gambar digital gemini/radar bali)
ilustrasi angkatan bersenjata Iran. (gambar digital gemini/radar bali)

Radar Bali.id – Negosiasi yang gagal, Donald Trump yang mengancam dan Sayyid Ali Hosseini Khamenei  alias Ali Khamanei yang siap “jual beli” serangan tentunya sama-sama sudah berhitung kekuatan.

Iran menggunakan kombinasi rudal balistik dan pesawat tanpa awak (drone) untuk menembus sistem pertahanan udara Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Berikut Ini Jenis- Jenis Rudal dan Jangkauannya:

  1. Armada Drone (UAV) yang Disiapkan

Mohajer-6: Drone ini berfungsi untuk pengintaian sekaligus mampu membawa amunisi berpandu laser untuk menyerang kendaraan taktis.

Arash-2: Drone jarak jauh yang diklaim Iran memiliki jangkauan hingga 2.000 kilometer, khusus dirancang untuk menyasar infrastruktur radar dan sistem pertahanan udara seperti patriot.

Sistem Penyapu Rudal Milik Iran

Untuk melindungi wilayahnya dari serangan balasan AS-Israel, Iran mengandalkan:

Bavar-373: Sistem pertahanan udara jarak jauh buatan lokal yang diklaim setara dengan S-400 Rusia, mampu mencegat jet tempur siluman dan rudal jelajah.

Khordad-15: Menggunakan rudal Sayyad-3 untuk mencegat target udara pada jarak 120 kilometer.

S-300 PMU2: Sistem buatan Rusia yang tetap menjadi tulang punggung pertahanan titik strategis dan fasilitas nuklir Iran.

Analisis Geopolitik dan Peran PBB

Peluang perang meluas di jazirah Arab dan ini berisiko perang regional total sangat tinggi. Jika pangkalan di Bahrain atau Qatar hancur, negara-negara tersebut bisa terseret langsung ke dalam konflik.

Selain itu, keterlibatan kelompok proksi seperti Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman dapat menciptakan front pertempuran baru yang mengepung Israel dan mengganggu jalur minyak di Selat Hormuz serta Laut Merah. [disarikan dari berbagai sumber*]

Editor : Hari Puspita
#serangan udara #amerika serikat #peran Iran dan Israel #rudal balistik