Radar Bali.id – Negosiasi yang gagal, Donald Trump yang mengancam dan Sayyid Ali Hosseini Khamenei alias Ali Khamanei yang siap “jual beli” serangan tentunya sama-sama sudah berhitung kekuatan.
Iran menggunakan kombinasi rudal balistik dan pesawat tanpa awak (drone) untuk menembus sistem pertahanan udara Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Berikut Ini Jenis- Jenis Rudal dan Jangkauannya:
- Sejil (Sajjil): Merupakan rudal balistik jarak menengah andalan dengan jangkauan sekitar 2.000 kilometer. Rudal ini menggunakan bahan bakar padat, sehingga dapat diluncurkan dengan sangat cepat sebelum terdeteksi satelit.
- Khorramshahr-4 (Kheibar): Rudal ini memiliki jangkauan 2.000 kilometer dengan hulu ledak sangat berat (sekitar 1.500 kg), dirancang untuk menghancurkan infrastruktur pangkalan militer yang diperkuat.
- Emad dan Ghadr: Keduanya memiliki jangkauan antara 1.700 hingga 2.000 kilometer. Emad memiliki keunggulan pada sistem pemandu yang lebih akurat untuk menyasar koordinat spesifik di pangkalan militer.
- Zolfaghar dan Fateh-110: Digunakan untuk serangan jarak lebih pendek, sekitar 300 hingga 700 kilometer, yang sangat efektif untuk menjangkau pangkalan AS di negara tetangga seperti Kuwait dan UEA.
- Armada Drone (UAV) yang Disiapkan
- Shahed-136/131: Dikenal sebagai "drone kamikaze" yang murah namun mematikan. Drone ini terbang rendah untuk menghindari radar dan dikirim dalam jumlah besar (swarming) untuk menguras baterai pertahanan udara lawan.
Mohajer-6: Drone ini berfungsi untuk pengintaian sekaligus mampu membawa amunisi berpandu laser untuk menyerang kendaraan taktis.
Arash-2: Drone jarak jauh yang diklaim Iran memiliki jangkauan hingga 2.000 kilometer, khusus dirancang untuk menyasar infrastruktur radar dan sistem pertahanan udara seperti patriot.
Sistem Penyapu Rudal Milik Iran
Untuk melindungi wilayahnya dari serangan balasan AS-Israel, Iran mengandalkan:
Bavar-373: Sistem pertahanan udara jarak jauh buatan lokal yang diklaim setara dengan S-400 Rusia, mampu mencegat jet tempur siluman dan rudal jelajah.
Khordad-15: Menggunakan rudal Sayyad-3 untuk mencegat target udara pada jarak 120 kilometer.
S-300 PMU2: Sistem buatan Rusia yang tetap menjadi tulang punggung pertahanan titik strategis dan fasilitas nuklir Iran.
Analisis Geopolitik dan Peran PBB
Peluang perang meluas di jazirah Arab dan ini berisiko perang regional total sangat tinggi. Jika pangkalan di Bahrain atau Qatar hancur, negara-negara tersebut bisa terseret langsung ke dalam konflik.
Selain itu, keterlibatan kelompok proksi seperti Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman dapat menciptakan front pertempuran baru yang mengepung Israel dan mengganggu jalur minyak di Selat Hormuz serta Laut Merah. [disarikan dari berbagai sumber*]
Editor : Hari Puspita