Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ragam Perayaan Lebaran di Negara Berpenduduk Mayoritas Muslim: Tradisi Unik Idulfitri dari Maroko hingga Asia Tengah

Admin Radar Solo • Minggu, 22 Maret 2026 | 06:15 WIB

ilustrasi perayaan kuliner Lebaran. (gambar digital gemini/radar bali)
ilustrasi perayaan kuliner Lebaran. (gambar digital gemini/radar bali)

RadarBali.id- Hari raya Lebaran atau hari raya Idulfitri bukan sekadar penanda berakhirnya bulan Ramadan saja, melainkan panggung perayaan budaya yang indah, unik dan selalu dinanti para penganutnya, warga muslim.

Di Indonesia kental dengan tradisi halalbihalal dan mudik, negara-negara muslim lainnya memiliki cara unik yang tak kalah memikat untuk merayakan hari kemenangan.

Selain di sejumlah negara lain, dengan mayoritas penduduknya penganut Islam tradisi-tradisi unik nan khas juga menjadi keragaman yang memikat dan menjadi ciri tersendiri .

Maroko: Keanggunan Jubah Jellaba dan Aroma Melwi

Di Maroko, Idulfitri dimulai dengan sentuhan estetika yang kental. Laki-laki mengenakan jellaba (jubah tradisional) dan balgha (selop kulit) berwarna kuning cerah untuk salat Id.

Mesir: Pesta Ikan Asin dan Festival Jalanan

Mesir memiliki tradisi kuliner yang unik dan kontras dengan negara lain.

Selain itu, anak-anak akan mendapatkan Eidiya (uang saku) dan berkumpul di taman kota atau menaiki kapal pesiar kecil di Sungai Nil.

Aljazair: Kemeriahan Kue Tradisional "Ghoriba"

Di Aljazair, Idulfitri adalah festival kuliner manis. Fokus utama perayaan adalah saling mengunjungi tetangga untuk mencicipi berbagai macam kue kering.

Uzbekistan: Penghormatan di Balik "Dastarkhan"

Bergerak ke Asia Tengah, Uzbekistan merayakan Idulfitri (disebut Ramazan Hayit) dengan penuh khidmat namun meriah.

Tradisi Dijaga Tetap Lestari

Meskipun modernisasi terus menggempur, tradisi-tradisi di atas tetap bertahan melalui beberapa cara:

  1. Gastronomi (Kuliner): Resep makanan khas Lebaran adalah "perekat" yang paling kuat. Makanan menciptakan memori masa kecil yang membuat generasi muda rindu untuk mengulanginya.
  2. Pakaian Tradisional: Adanya rasa bangga mengenakan pakaian adat (seperti Jellaba di Maroko) membuat perayaan terasa lebih sakral dan berbeda dari hari biasa.
  3. Filosofi Keluarga: Inti dari Idulfitri di seluruh dunia adalah berkumpulnya keluarga besar. Selama institusi keluarga tetap kuat, tradisi Lebaran tidak akan punah.
  4. Dukungan Pemerintah: Banyak negara kini menjadikan tradisi lokal sebagai festival tahunan yang didukung secara resmi untuk menarik wisatawan.

Bagaimanapun tradisi adalah jembatan antara masa lalu yang hangat dan masa depan yang modern. Selama rasa syukur tetap ada, cara merayakannya akan selalu menemukan jalannya untuk bertahan. [*]

Editor : Hari Puspita
#kuliner khas #Hari Raya Idulfitri #lebaran #tradisi unik #idulfitri