RadarBali.id- Hari raya Lebaran atau hari raya Idulfitri bukan sekadar penanda berakhirnya bulan Ramadan saja, melainkan panggung perayaan budaya yang indah, unik dan selalu dinanti para penganutnya, warga muslim.
Di Indonesia kental dengan tradisi halalbihalal dan mudik, negara-negara muslim lainnya memiliki cara unik yang tak kalah memikat untuk merayakan hari kemenangan.
Selain di sejumlah negara lain, dengan mayoritas penduduknya penganut Islam tradisi-tradisi unik nan khas juga menjadi keragaman yang memikat dan menjadi ciri tersendiri .
Maroko: Keanggunan Jubah Jellaba dan Aroma Melwi
Di Maroko, Idulfitri dimulai dengan sentuhan estetika yang kental. Laki-laki mengenakan jellaba (jubah tradisional) dan balgha (selop kulit) berwarna kuning cerah untuk salat Id.
- Tradisi Unik: Setelah salat, keluarga berkumpul untuk sarapan mewah dengan menu wajib Melwi (pancake lipat) dan teh mint legendaris.
- Status Saat Ini: Masih sangat lestari. Maroko sangat menjaga protokol berpakaian tradisional saat hari besar sebagai simbol identitas nasional.
Mesir: Pesta Ikan Asin dan Festival Jalanan
Mesir memiliki tradisi kuliner yang unik dan kontras dengan negara lain.
- Tradisi Unik: Hidangan utama Idulfitri di Mesir adalah Fesikh, yaitu ikan mullet yang difermentasi dan diasinkan. Meski aromanya tajam, bagi warga Mesir, ini adalah hidangan pemersatu keluarga.
Selain itu, anak-anak akan mendapatkan Eidiya (uang saku) dan berkumpul di taman kota atau menaiki kapal pesiar kecil di Sungai Nil.
- Status Saat Ini: Sangat hidup. Pemerintah Mesir bahkan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan pada pedagang Fesikh menjelang Lebaran untuk memastikan tradisi ini tetap aman dikonsumsi.
Aljazair: Kemeriahan Kue Tradisional "Ghoriba"
Di Aljazair, Idulfitri adalah festival kuliner manis. Fokus utama perayaan adalah saling mengunjungi tetangga untuk mencicipi berbagai macam kue kering.
- Tradisi Unik: Setiap rumah berlomba menyajikan Ghoriba dan Makroud (kue kurma). Jika di Indonesia kita memegang prinsip maaf-maafan, di Aljazair, tradisi "Ziyarat" atau kunjungan silaturahmi dilakukan secara maraton dari rumah ke rumah sepanjang hari pertama.
- Status Saat Ini: Masih lestari, terutama berkat peran kaum ibu yang menurunkan resep rahasia kue tradisional kepada anak perempuan mereka secara turun-temurun.
Uzbekistan: Penghormatan di Balik "Dastarkhan"
Bergerak ke Asia Tengah, Uzbekistan merayakan Idulfitri (disebut Ramazan Hayit) dengan penuh khidmat namun meriah.
- Tradisi Unik: Keluarga menyiapkan Dastarkhan, meja makan panjang yang dipenuhi dengan Plou (nasi khas) dan roti Nan yang dihias cantik. Di beberapa daerah, terdapat tradisi gulat tradisional atau lomba pacuan kuda untuk memeriahkan suasana.
- Status Saat Ini: Mengalami kebangkitan besar setelah kemerdekaan Uzbekistan. Tradisi ini kini didukung penuh oleh pemerintah sebagai bagian dari promosi pariwisata budaya.
Tradisi Dijaga Tetap Lestari
Meskipun modernisasi terus menggempur, tradisi-tradisi di atas tetap bertahan melalui beberapa cara:
- Gastronomi (Kuliner): Resep makanan khas Lebaran adalah "perekat" yang paling kuat. Makanan menciptakan memori masa kecil yang membuat generasi muda rindu untuk mengulanginya.
- Pakaian Tradisional: Adanya rasa bangga mengenakan pakaian adat (seperti Jellaba di Maroko) membuat perayaan terasa lebih sakral dan berbeda dari hari biasa.
- Filosofi Keluarga: Inti dari Idulfitri di seluruh dunia adalah berkumpulnya keluarga besar. Selama institusi keluarga tetap kuat, tradisi Lebaran tidak akan punah.
- Dukungan Pemerintah: Banyak negara kini menjadikan tradisi lokal sebagai festival tahunan yang didukung secara resmi untuk menarik wisatawan.
Bagaimanapun tradisi adalah jembatan antara masa lalu yang hangat dan masa depan yang modern. Selama rasa syukur tetap ada, cara merayakannya akan selalu menemukan jalannya untuk bertahan. [*]
Editor : Hari Puspita