Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

PBB Ungkap Tank Israel Penyebab Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 9 April 2026 | 08:18 WIB
Praka Farizal Romadhon menunjukkan kendaraan pengangkut personel yang digunakan pasukan Unifil di Lebanon Selatan.
Praka Farizal Romadhon menunjukkan kendaraan pengangkut personel yang digunakan pasukan Unifil di Lebanon Selatan.

 RADAR BALI – Situasi di Timur Tengah kembali membara setelah militer Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran ke pusat kota Beirut dan sejumlah wilayah Lebanon pada Rabu (8/4/2026).

Serangan tanpa peringatan ini menghantam pemukiman padat dan kawasan komersial, menewaskan ratusan warga sipil hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.

Pertahanan Sipil Lebanon seperti dikutip Aljazeera melaporkan setidaknya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya luka-luka. Namun, data terbaru dari Palang Merah Lebanon mengindikasikan jumlah korban tewas bisa mencapai sedikitnya 300 orang.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengonfirmasi bahwa ini adalah operasi terkoordinasi terbesar sejak 2 Maret. Ia berdalih serangan bertujuan menghancurkan infrastruktur Hizbullah.

Meski mengakui target berada di jantung pemukiman, pihak Israel mengeklaim telah berupaya meminimalisir dampak terhadap warga yang tidak terlibat.

Investigasi PBB: Tank Israel-Bom Rakitan Hizbullah Tewaskan TNI

Di tengah agresi tersebut, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis hasil investigasi awal terkait gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas dalam pasukan penjaga perdamaian (UNIFIL) pada akhir Maret lalu.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric mengungkapkan detail teknis dari dua insiden berbeda:

Insiden 29 Maret: Berdasarkan fragmen proyektil di posisi PBB 7-1, korban dihantam peluru utama tank kaliber 120 mm yang ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur.

Dalam insiden ini, Praka Farizal Rhomadhon gugur dan tiga personel TNI terluka. PBB menegaskan koordinat posisi UNIFIL telah diberikan kepada Israel sebelumnya untuk menghindari salah sasaran.

Insiden 30 Maret: Investigasi menunjukkan ledakan disebabkan oleh perangkat peledak rakitan (IED) yang dipasang dengan sistem tripwire. Berdasarkan konteks di lapangan, PBB menduga kuat IED tersebut dipasang oleh Hizbullah.

Dalam insiden ini, Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar dan Serka Anumerta M. Nur Ichwan gugur dan beberapa prajurit TNI lain terluka.  

Pemerintah Indonesia melalui Perwakilan Tetap RI di PBB Umar Hadi mendesak penyelidikan komprehensif serta meminta PBB segera meninjau protokol keamanan guna memastikan perlindungan penuh bagi personel UNIFIL di lapangan.

Gencatan Senjata Iran-AS di Ujung Tanduk

Serangan udara ini menjadi ironi besar karena terjadi saat kesepakatan gencatan senjata 15 hari antara Iran dan AS yang baru saja diumumkan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara tegas menyatakan Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut.

"Kami terus menyerang Hizbullah," tegas Netanyahu seperti dikutip CNN sembari menambahkan bahwa militer Israel tetap siaga penuh untuk kembali berperang dengan Iran kapan saja.

Menanggapi hal ini, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan negosiasi dengan AS kini menjadi "tidak masuk akal."

Dia menuding Israel dan AS melanggar poin-poin kesepakatan, termasuk pengakuan terhadap hak pengayaan uranium Iran yang kembali menjadi "garis merah" bagi pemerintahan Presiden Donald Trump.

Sejak agresi Israel ke Lebanon dimulai pada Maret 2026, tercatat lebih dari 1.530 orang tewas di Lebanon dan lebih dari 1,2 juta warga terpaksa mengungsi.

Kondisi di Lebanon kini berada pada titik nadir dengan rumah sakit yang mengeluarkan imbauan donor darah mendesak akibat gelombang korban yang terus berdatangan.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Prajurit TNI Gugur #Konflik Israel Lebanon #Gencatan Senjata Iran AS #tank merkava israel #lebanon