RADAR BALI - Presiden AS Donald Trump mengakui telah mengirim surat pada Presiden Xi Jinping meminta Tiongkok tidak mengirimkan senjata pada Iran.
Trump tidak menyebutkan kapan komunikasi kedua pemimpin adidaya tersebut dilakukan. Namun, pada pekan lalu, Trump telah mengancam AS akan menerapkan sanksi perdagangan berupa bea masuk 50 persen untuk seluruh produk dari negara-negara yang mendukung Iran dengan mengirimkan senjata.
"Saya menulis surat kepadanya meminta dia untuk tidak melakukan itu, dan dia membalas surat saya yang pada dasarnya mengatakan bahwa dia tidak akan melakukan itu," kata Trump kepada Fox Business Network seperti dikutip Channel News Asia pada Kamis 16 April 2026.
Surat tersebut telah dibalas oleh Xi dengan jaminan bahwa negaranya tidak memasok senjata ke Teheran.
Trump dan Jinping dijadwalkan bertemu pada 14-15 Mei 2026 di Beijing. Sejumlah pihak khawatir fluktuasi harga minyak dunia mempengaruhi jadwal pertemuan kedua pemimpin.
Meski demikian, Trump menegaskan keyakinannya bahwa pertemuan dirinya dengan Xi Jinping tersebut akan berlangsung sesuai jadwal.
"Saya rasa tidak. Maksud saya, dia adalah seseorang yang membutuhkan minyak. Kita tidak. Dia adalah seseorang yang sangat akrab dengan saya," katanya.
Trump kepada Fox Business juga sempat menyampaikan bahwa AS akan mengakhiri perang dengan Iran. "Saya rasa ini sudah hampir berakhir, ya. Saya menganggapnya sudah sangat dekat dengan akhir," kata dia tanpa merinci bentuk penyelesaian konflik tersebut.
"Saya pikir kesepakatan lebih baik karena kemudian mereka dapat membangun kembali," tuturnya.
Dengan optimisme perang segera berakhir, Trump optimistis blokade Selat Hormuz akan berakhir dan dia meyakini Tiongkok akan sangat senang dengan hal itu.
"Presiden Xi akan memberi saya pelukan hangat ketika saya sampai di sana dalam beberapa minggu," tulis Trump di sosial medianya.
Hingga hari ini, Garda Revolusi Iran telah menutup selat tersebut selama 45 hari yang menyebabkan berkurangnya pasokan minyak dunia sebanyak 20 persen.
Meski AS dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama dua pekan, hanya sebagian kecil dari rata-rata 130 kapal tanker yang melewati celah sempit yang dikuasai Iran tersebut.
Trump mengatakan akan melanjutkan pembicaraan dengan Teheran untuk mengakhiri perang dalam Kamis (16/4) di Islamabad. Trump mengisyaratkan pembicaraan damai tersebut bertujuan mengakhiri perang di Iran. "Sesuatu bisa terjadi dalam dua hari ke depan," kata Trump
Meski demikian, Trump menegaskan Angkatan Laut AS akan tetap melakukan blokade total pengiriman minyak dari seluruh pelabuhan di Iran untuk memaksa Teheran menyepakati syarat-syarat penghentian permusuhan.
"Saya pikir, Anda akan menyaksikan dua hari yang luar biasa ke depan," kata dia, seperti dilansir Al Jazeera.***
Editor : Ibnu Yunianto