Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

KASAL Canangkan Kampung Bahari Nusantara

Yoyo Raharyo • Kamis, 24 Februari 2022 | 05:45 WIB
kasal-canangkan-kampung-bahari-nusantara
kasal-canangkan-kampung-bahari-nusantara


NEGARA, radarbali.id - Kepala Staf Angkatan Laut Laksmana TNI Yudo Margono, bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dan Bupati Jembrana I Nengah Tamba, melakukan pencanangan kampung bahari Nusantara cluster ekonomi Indonesia Naval Aquagricukulture Program Tahap I di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Rabu (23/2).


 


Kampung bahari Nusantara merupakan program yang fokus untuk budidaya udang vaname. Teknologi yang digunakan bukan seperti tambak pada umumnya, melainkan teknologi baru yang memiliki banyak keunggulan. Teknologi yang dibuat oleh bangsa sendiri, satu satunya di Indonesia dan akan dikembangkan ke daerah lain di Indonesia.


 


Keunggulan teknologi yang digunakan, bisa mempercepat proses budidaya. Dalam waktu 60 hari sudah bisa panen udang vaname, berbeda dengan teknologi lama yang membutuhkan waktu hingga 90 hari. Bahkan tingkat keberhasilan dari bibit yang ditebar mencapai 100 persen. Teknologi ini ramah lingkaran karena dari segi daya membutuhkan listrik yang rendah. Lingkungan dari tambak tidak tercemar, karena air laut yang masuk ke tambak dan dikeluarkan lagi diproses lagi sehingga air yang terbuang sudah steril.


 


Laksmana TNI Yudo Margono menyampaikan, sebagai komponen utama pertahanan negara, tni angkatan laut berjuang sekuat tenaga untuk menjadi benteng yang kokoh bagi bangsa dan negara indonesia, selaras dengan pilar kedua poros maritim dunia, yakni pertahanan, keamanan, penegakan hukum dan keselamatan laut. namun demikian, rakyat Indonesia, melalui undang-undang TNI juga mengamanatkan tugas-tugas lain kepada TNI Angkatan Laut. Salah satunya adalah melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan laut. tugas ini dilaksanakan dalam bentuk pembinaan potensi maritim. "Sumber daya maritim Indonesia yang tak terhitung potensinya harus dapat ditransformasi menjadi sumber kekuatan dan kesejahteraan bangsa Indonesia," ujarnya.


 


Berangkat dari cita-cita inilah, tni angkatan laut melakukan berbagai program pemberdayaan masyarakat maritim, salah satunya melalui program kampung bahari nusantara, dimana melalui program ini diharapkan masyarakat pesisir akan menjadi masyarakat yang sejahtera, sepadan dengan potensi kekayaan alam dari dunia yang mereka jalani.


 


Program kampung bahari nusantara mencakup lima cluster pembangunan, yaitu edukasi, ekonomi, pariwisata, kesehatan dan pertahanan. Tiga program unggulan kampung bahari nusantara, salah satunya Indonesian naval aquagriculture program (inap). Program ini termasuk dalam klaster ekonomi kampung bahari nusantara yang merupakan kolaborasi antara TNI angkatan laut, pemerintah daerah, ahli dan swasta dalam pengembangan budi daya hasil laut. 


 


Sebagai bagian dari program pembangunan cluster ekonomi, maka TNI Angkatan Laut bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Jembrana, swasta dan para ahli telah mengembangkan budi daya udang vaname di tiga lokasi di Jembrana. "Hari ini kita melaksanakan penebaran benih sebagai simbolisasi dimulainya program budi daya tersebut, sekaligus launching Indonesian naval aquagriculture program," tegasnya.


 


KASAL mengapresiasi keberadaan Laboratorium INAP di Kabupaten Jembrana, ini menjadi salah satu bentuk komitmen kita TNI AL yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan program kampung bahari. "Ke depan kita mendorong tidak hanya fokus pada budidaya saja, berhubung Pak Menteri Parekraf Sandiaga Uno hadir di Jembrana dari sisi pariwisata pun juga bisa dikembangkan, termasuk sisi kesehatan dan pendidikan. Jadi momentum ini menjadi langkah awal menuju 1000 INAP yang nantinya dikembangkan di seluruh Indonesia,” ujarnya.


 


Selain tambak udang Indonesia Naval Aquagricukulture Program Tahap I di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, saat ini masih dalam proses pembangunan tahap II di Desa Pengambengan dan pembangunan tahap III di Desa Yehembang.


 


Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno yang sempat meninjau tambak udang vaname, tertarik dengan pengembangan lanjutan dari hasil tambak. Tidak hanya udang yang bisa dikembangkan menjadi produk UMKM Jembrana, tetapi juga anggur laut yang berada di kolam sirkulasi air tambak. Secara ekonomi, anggur laut yang masih sejenis dengan rumput laut untuk kesehatan juga banyak bahkan tak hanya bisa dikonsumsi.


 


Menurutnya, selama ini Bali menggantungkan pada sektor pariwisata, padahal banyak potensi lain yang bisa digarap. Salah satunya potensi tambak udang vaname dengan teknologi baru ini yang berpotensi sangat besar dikembangkan membangkitkan ekonomi yang terpuruk karena pandemi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Sejalan dengan yang disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut, Menparekraf RI Sandiaga Uno menjelaskan apa yang saat ini digagas oleh pemerintah daerah Jembrana berkolaborasi dengan jajaran TNI AL dan swasta  adalah sesuatu yang tepat sekali, yaitu ekonomi yang bernilai tambah didukung dengan teknologi. “1000 langkah ini, diawali langkah pertama dan Jembrana merupakan langkah pertama dari 1000 langkah ke depan tersebut. Harapannya ini menjadi momentum kebangkitan ekonomi kita ke depan, selain dari sisi budidaya, juga didukung dengan pariwisata, dan sisi edukasinya. Semoga selanjutnya 1000 INAP ini segara bisa diwujudkan di seluruh Indonesia, dan kami dari Kemenparekraf siap berkolaborasi untuk bersama-sama menyukseskan program ini,” Ucapnya.


 


Bupati Jembrana I Nengah Tamba dalam kesempatan itu, menyampaikan selamat datang kepada KSAL dan Menparekraf. Serta berterimakasih telah menjalin kerjasama dengan pemerintah kabupaten Jembrana, sehingga saat ini sudah terwujud Indonesia Naval Aquagricukulture Program. Program ini tidak hanya bermanfaat untuk menyerap tenaga kerja lokal tetapi juga bisa meningkatkan perekonomian di tengah Pandemi.


 


Keberadaan fasilitas pengembangan budidaya laut dengan sentuhan teknologi, khususnya budidaya udang vaname  ini memiliki tingkat penjualannya lebih tinggi. Dilihat dari masa panennya udang jenis ini tidak membutuhkan waktu lama hanya 60 hari atau 3 bulan setelah pembibitan. "Terlepas dari itu yang terpenting keberadaan fasilitas ini mampu menciptakan lapangan pekerjaaan. Astungkara fasilitas ini nantinya bisa menjadi percontohan untuk pengembangan laboratorium INAP di tempat lainnya, ” tandasnya. (arb)

Editor : Yoyo Raharyo
#jembrana #nengah tamba