NEGARA - Kegiatan pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2021, diduga masih menyisakan sejumlah masalah. Tidak hanya kegiatan dengan anggaran miliaran rupiah, tetapi juga anggaran yang nilainya puluhan juta rupiah diduga menyisakan masalah yang berpotensi menimbulkan kerugian negara. Seperti kegiatan pengadaan tanaman di Kebun Raya Jagatnatha, Jembrana, banyak tanaman yang mati belum diganti oleh rekanan yang mengerjakan.
Menurut informasi pengadaan langsung tanaman untuk Kebun Raya Jagatnatha terdiri dari tanaman upakara dan usada. Untuk tanaman upakara nilai pengadaan pagunya sebesar Rp 199 juta dan tanaman usada nilai pagunya Rp 195 juta. Dua paket kegiatan yang sumber dananya dari APBD Jembrana tahun 2021 tersebut sudah selesai dikerjakan.
Akan tetapi, sejumlah tanaman yang sudah di tanam di areal Kebun Raya Jagatnatha banyak yang mati, tetapi belum semua diganti oleh pihak rekanan. Di antaranya tanaman upakara dan usada banyak yang kering dan mati. Beberapa tanaman sudah ada diganti dengan tanaman baru, namun belum tentu bisa hidup jika tidak dilakukan perawatan dengan baik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana Dewa Gede Ary Candra Wisnawa membenarkan bahwa sejumlah tanaman yang ditanam di areal Kebun Raya Jagatnatha memang banyak mati. Hitungan terakhir sebanyak 21 tanaman yang mati. Tanaman jenis upakara tersebut pengadaan tahun anggaran 2021 dan masih dalam proses pemeliharaan oleh rekanan.
"Sebagian tanaman sudah ada yang diganti rekanan, karena memang masih tanggungjawab rekanan," jelasnya.
Menurutnya masa pemeliharaan tanaman kegiatan pengadaan barang dan jasa 2021 tersebut, berakhir pada akhir bulan April mendatang sehingga pihak rekanan masih ada waktu untuk mengganti tanaman yang mati.
"Sekarang ini masih dalam proses penggantian tanaman yang mati. Kami berharap sebelum masa pemeliharaan selesai sudah tidak ada tanaman yang mati," ungkapnya.
Karena sisa masa pemeliharaan masih sisa sebulan, pihaknya akan mengawasi pihak rekanan untuk memastikan kegiatan yang dikerjakan selesai tanpa ada masalah dikemudian hari.
"Kami akan terus kontrol biar tidak ada masalah lagi," tegasnya.
Editor : Yoyo Raharyo