Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kuota Berkurang, Daftar Tunggu Haji di Jembrana Bisa 86 Tahun

Yoyo Raharyo • Sabtu, 21 Mei 2022 | 13:22 WIB
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana I Gede Sumarawan. (M. BASIR/RADAR BALI)
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana I Gede Sumarawan. (M. BASIR/RADAR BALI)
NEGARA, radarbali.id - Setelah ditunda selama dua tahun, pada tahun 2022 ini kembali ada pemberangkatan haji dari Jembrana, Bali. Namun jumlah kuota yang berangkat haji berkurang dari tahun sebelumnya, sehingga daftar tunggu semakin lama. Bahkan, jika kuota setiap tahun sama seperti tahun 2022 ini, daftar tunggu haji di Jembrana bisa mencapai 86 tahun. Melewati angka harapan hidup penduduk di Jembrana yang 72,46 tahun.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jembrana, I Gede Sumarawan mengatakan, penyelenggaraan haji tahun 2022 ini dipastikan sudah dimulai lagi setelah dua tahun ditunda karena pandemi Covid-19.

Menurutnya, jumlah jamaah haji yang berangkat ke tanah suci Mekkah tahun ini sebanyak 24 orang dan 4 orang cadangan. Jumlah ini berkurang 41 orang dari kuota sebelumnya sebanyak 65 orang.

"Tidak hanya Jembrana, semua kuota dikurangi. Hanya 45 persen (yang berangkat) dari kuota sebelumnya," jelas I Gede Sumarawan, didampingi penyelenggara haji Kemenag Jembrana, Muslihin, Jumat (20/5).

Calon jamaah haji yang dipastikan berangkat tahun 2022 ini dipastikan sudah selesai semua administrasi, termasuk pelunasan pembayaran haji. Rencanaya, calon jamaah haji Jembrana berangkat pada 22 Juni 2022 ke embarkasi Surabaya.

"Semoga sampai pada hari pemberangkatan nanti tidak ada kendala," jelasnya.

Dengan pengurangan kuota pada tahun 2022 ini, maka semakin lama daftar tunggu jamaah haji asal Jembrana. Saat ini, selain yang sudah dipastikan berangkat tahun ini, sudah ada 2.075 orang yang mendaftar untuk berangkat haji.

Apabila tahun depan dan tahun-tahun berikutnya kuota haji dari Jembrana tetap 24 orang yang berangkat, maka daftar tunggu haji bisa 86 tahun. Sudah terlalu lama, bahkan melewati angka harapan hidup warga Jembrana. Dengan kata lain, bila seorang bayi lahir langsung didaftarkan untuk berhaji, sampai meninggal dunia tidak bisa berhaji, andai usianya tidak sampai 86 tahun.

Namun demikian, jika kuota menggunakan kuota sebelumnya, yakni 65 orang setiap tahun, maka daftar tunggu haji dari Jembrana sekitar 31 tahun. Karena itu, pihaknya berharap kuota haji setiap tahun ditambah agar daftar tunggu haji semakin singkat. (bas) Editor : Yoyo Raharyo
#kuota haji #jembrana #daftar tunggu haji #angka harapan hidup