Kayu yang terbawa banjir bandang sungai Bilukpoh, Senin (17/10), selain tersangkut di pinggiran daerah aliran sungai, banyak yang yang terbawa hingga ke laut. Kayu mulai dari ukuran besar hingga ranting, sempat berada di sepanjang pantai dekat muara sungai Bilukpoh, sepeti di Pantai Desa Delodberwah.
Beberapa hari setelah banjir, kayu yang berada di pinggir pantai masih menumpuk di sepanjang pantai. Warga banyak yang mengambil kayu untuk dimanfaatkan, kayu berukuran besar dipotong dengan mesin pemotong kayu dan kayu kecil untuk kayu bakar.
Namun dalam beberapa hari terakhir, kayu yang berada di pantai berkurang drastis. Tumpukan kayu yang sebelumnya memenuhi pantai sudah bersih. "Lebih banyak yang dibawa ombak lagi ke laut, saat ombak besar," kata salah satu warga.
Hal tersebutbjuga dibenarkan Perbekel Desa Delodberawah I Made Rentana. Menuutnya, setelah terjadi banjir bandang sungai Bilukpoh, memang banyak kayu-kayu yang terbawa banjir berserakan di pantai. Karena jumlahnya banyak, sulit dibersihkan.
Kayu yang berserakan di pantai terebut, ada yang dimanfaatkan warga. Warga mengumpulkan kayu dari pantai dibawa menjauh dari pantai untuk kayu bakar dan dimanfaatkan untuk hal lain. Namun jumlahnya tidak banyak dan warga bisa mengambil tanpa harus izin ke desa. "Kita tidak ikut campur selama kayu-kayu itu masih di pantai," ujarnya.
Sebagian besar kayu yang masih di pantai terbawa ombak lagi ke tengah laut. Sehingga, pantai yang sebelumnya dipenuhi sampah kayu yang terbawa banjir bandang sudang bersih. "Alam yang mengambil, sudah bersih ditarik ke tengah saat air laut naik," terangnya. (bas/rid) Editor : M.Ridwan