Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tiga Kapal Ikan Ludes Terbakar di Perairan Selatan Pengambengan, ABK Selamat!

Donny Tabelak • Rabu, 21 Desember 2022 | 02:15 WIB
Kapal terbakar di perairan Pengambengan selatan PPN Pengambengan pada Selasa (20/12). (FOTO M.BASIR/RADAR BALI)
Kapal terbakar di perairan Pengambengan selatan PPN Pengambengan pada Selasa (20/12). (FOTO M.BASIR/RADAR BALI)
NEGARA- Tiga kapal ikan terbakar di laut perairan Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Selasa (20/12). Kapal milik perusahaan galangan kapal ikan ini merupakan kapal yang dititip di Perairan Pengambengan sejak bulan Agustus lalu dan hendak dibawa kembali ke Pelabuhan Benoa.

Kebakaran kapal terjadi sekitar pukul 15.00 WITA. Posisi kapal terbakar di tengah laut, sekitar 2 kilometer dari kolam labuh pelabuhan perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. Terlihat dari kolam labuh kepulan asap hitam tebal membumbung tinggi dan api yang masih melalap bagian kapal yang terbuat dari kayu.

Kepala Cabang PT. Cilacap Samudra Fishing Tahir Hadad mengatakan, kapal yang terbakar ada tiga unit. Berawal dari kapal maluku yang menarik dua kapal, kapal bina sentosa dan kapal TKF 8. "Kapal Maluku baru datang kemarin, mau bertolak ke Benoa untuk narik dua kapal yang mati," ujarnya.

Saat kapal Maluku menarik, tiba-tiba muncul percikan api dan membakar kapal Maluku. Karena terbakar, anak buah kapal langsung berhenti dan langsung buang jangkar. Apesnya, dua kapal yang ditarik tidak bisa berhenti dan menempel kapal Maluku yang terbakar.

Menurutnya, dari visual dari darat memang yang terlibat hanya dua kapal yang terbakar. Satu kapal bina sentosa terbawa arus hingga menjauh dari kapal Maluku, tetapi kapal TF8 masih menempel pada kapal Maluku juga ikut terbakar. "Kelihatannnya memang dua kapal yang terbakar. Tapi total ada tiga yang terbakar, karena ada satu kapal yang nempel," ungkapnya.

Tahir menegaskan, bahwa sembilan orang anak buah kapal Maluku yang menarik dalam kondisi selamat dievakuasi kapal JMG 4 datang mengevakuasi. "Semua selamat, masih di kapal yang melalukan evakuasi," ujarnya.

Tahir menambahkan, dua kapal yang terbakar merupakan kapal yang dipindahkan dari Pelabuhan Benoa sebelum pelaksanaan G20. Pemindahan kapal sejak bulan Agustus sebanyak 27 kapal ke perairan Pengambengan, tujuh di antaranya berada di dalam kolam labuh.

Sejak dua Minggu lalu, perusahaan sudah memindahkan lagi kapal ke Pelabuhan Benoa dengan ditarik kapal lain. Sekali menarik langsung dua kapal. Sisa kapal masih berada di perairan selatan Pengambengan. "Masih separuh yang belum ditarik ke Benoa," terangnya.

Mengenai penyebab terbakarnya kapal, Tahir mengaku belum bisa memastikan. "Semua ABK masih di laut, belum ada yang melapor penyebab pasti kebakaran," tandasnya.

Hingga berita ini ditulis, kapal masih terbakar di tengah laut. Sementara untuk penanganan tidak dilakukan karena tidak ada kapal untuk sarana pemadaman api di tengah kapal. (bas) Editor : Donny Tabelak
#pelabuhan benoa #Kebakaran kapal #kapal terbakar