Menurut pemilik rumah, Fatmawati, 50, sambaran petir terjadi saat hujan deras Senin sore (16/1/2023). Kejadian berlangsung sekitar pukul 18.00 WITA.
Saat berada di warung yang ada depan rumah, tiba-tiba saat petir menyambar terdengar ledakan dari dalam rumah. "Saya kaget, langsung masuk rumah," ujarnya, Selasa (17/1/2023).
Saat masuk rumah, ledakan yang terjadi saat petir menyambar, berasal dari alat WiFi yang tersambar petir. Ada saat bersamaan listrik juga mati menjaga situasi dalam rumah gelap. Kepanikan juga terjadi, keponakan korban menangis karena ketakutan. " Sangat panik dan bingung sampai tangan saya gemetar," jelasnya.
Fatmawati kemudian menghubungi kerabatnya untuk meminta bantuan melihat kondisi rumah. "Ternyata magicom yang meledak. Dapur saya juga sampai berantakan mungkin karena ledakannya," ungkapnya.
Petir diduga awalnya menyambar tiang antena televisi, lalu menyamar seluruh peralatan elektronik dalam rumah. Alat ukur kilometer listrik juga ikut rusak. Bahkan akibat kerasnya sambaran petir berakibat tembok rumah korban sampai jebol.
Meskipun rumah dan peralatan elektronik rusak karena tersambar petir, Fatmawati masih bersyukur tidak ada anggota keluarganya yang terkena langsung. Karena saat kejadian tidak ada anggota keluarganya yang berada di dapur. Sementara kerugiannya ditaksir jutaan rupiah.
Kepala Lingkungan Loloan Timur Muztahidin menyampaikan, petir yang menyambar rumah warganya terjadi saat hujan deras terjadi pada Senin sore. Setelah mendapat laporan, langsung mendatangi lokasi untuk mengecek.
Selanjutnya berkoordinasi dengan pihak PLN. "Tidak ada korban jiwa, hanya saja beberapa barang elektronik di rumah warga ini mengalami kerusakaan," jelasnya.
Selain rumah warga yang disambar petir, sejumlah gardu yang meledak dan mengakibatkan listrik mati. Listrik kembali hidup setelah dilakukan penanganan oleh PLN. [m.basir/radar bali]
Editor : Hari Puspita