Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Selidiki Kemungkinan Sabotase, Labfor Polda Bali Bawa Sampel Arang dan Bekas Kabel Terbakar

M.Ridwan • Jumat, 10 Februari 2023 | 06:45 WIB
SISA PUING: Olah TKP kebakaran Pasar adat Lelateng oleh tim labfor Polda Bali dan Inafis Polres Jembrana. FOTO M..BASIR/RADAR BALI
SISA PUING: Olah TKP kebakaran Pasar adat Lelateng oleh tim labfor Polda Bali dan Inafis Polres Jembrana. FOTO M..BASIR/RADAR BALI
NEGARA,radarbali.id – Kebakaran Pasar Lelateng Jembrana yang tengah malam jadi atensi khusus Polda Bali. Satreskrim Polres Jembrana dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali, melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran Pasar Adat Lelateng yang masih teka -teki. Dua jenis sampel dibawa dibawa untuk diteliti di laboratorium, yakni arang dan sisa kabel listrik terbakar.

Sebanyak 3 orang polisi dari Bidang Labfor Polda Bali, bersama tim Inafis Polres Jembrana melakukan oleh TKP dan mengambil sampel dari sisa- sisa kebakaran. Kabel, kayu dan sejumlah barang terbakar diperiksa dan dibawa petugas.

Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Androyuan Elim mengatakan, bersama tim dari bidang Labfor Polda Bali melakukan olah TKP guna menemukan penyebab kebakaran Pasar Adat Lelateng. "Dari pihak labfor sudah mengamankan beberapa barang bukti yang dibawa ke laboratorium untuk dicek ," jelasnya.

Barang bukti yang dibawa untuk laboratorium forensik sekitar 2 item, mulai dari kabel listrik yang sudah terbakar dan arang. Mengenai hasil pengecek dari Bidang Labfor Polda Bali, masih menunggu sampai pengujian atau pengecekan selesai dilakukan. "Kita menunggu,  saya tidak bisa prediksi. Tergantung dari pengecekan laboratorium," jelasnya.

Mengenai pemeriksaan saksi -saksi, sampai saat ini sudah memeriksa 13 orang. Sebagian besar pedagang dan saksi dari warga yang melihat awal kejadian terbakarnya pasar.

Bendesa Adat Lelateng I Made Samiada ditemui di sela olah TKP Oleh kepolisian, pedagang yang memiliki kios terbakar akan di relokasi. Tempat relokasi yang dipilih, di areal parkir sebelah timur pasar terbakar. Mengenai pembangunan pasar yang terbakar, pihaknya akan segera melakukan rembug atau rapat dengan para prajuru desa terkait pembangunan pasar yang terbakar. " Kita juga akan meminta kesepakatan antara pedagang dan Desa Adat," ujarnya.

Selain itu, Desa Adat juga akan mengirimkan proposal bantuan perbaikan pasar kepada Provinsi Bali. "Penataan dan pembangunan pasar desa adat ini diharapkan bisa terealisasi sesegera mungkin," jelasnya.

Karena sudah dua kali terjadi kebakaran, nantinya akan dilengkapi fasilitas pendukung. Terutama hydrant di sekitar pasar untuk mengantisipasi kebakaran berulang. "Kita juga nanti berencana membangun hydrant di lokasi pasar ini sebagai antisipasi kedepannya," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Pasar Adat Lelateng atau disebut pasar pagi terbakar padi Sabtu (4/2) malam. Sebanyak 20 kios ludes terbakar. Petugas pemadam kebakaran berjibaku selama 2 jam lebih memadamkan api. Mengenai penyebab kebakaran yang diduga berasal dari kios sembako masih belum bisa dipastikan. (bas/rid)

  Editor : M.Ridwan
#olah tkp #selidiki kemungkinan sabotase #Labfor Polda Bali #Pasar Lelateng Jembrana #kebakaran pasar lelateng