Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Terkendala Pasang, Akhirnya Bangkai Paus Sperma Bisa Dikubur

M.Ridwan • Selasa, 11 April 2023 | 03:32 WIB
TUNGGU SURUT: Sebanyak dua unit alat berat dikerahkan untuk mengubur bangkai paus sperma yang terdampar di Pantai Yeh Leh. Proses penguburan sempat terkendala air pasang.
TUNGGU SURUT: Sebanyak dua unit alat berat dikerahkan untuk mengubur bangkai paus sperma yang terdampar di Pantai Yeh Leh. Proses penguburan sempat terkendala air pasang.
NEGARA,radarbali.id – Bangkai paus sperma yang sempat ditemukan di Pantai Yeh Leh, Banjar Pengeragoan Dangin Tukad, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan pada Sabtu (8/4) lalu, akhirnya berhasil dikubur kemarin (10/4/2023). Penguburan membutuhkan waktu lama, karena terkendala air pasang.

Koordinator satuan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Jembrana, Andri Purna Jatmiko mengatakan, proses mengubur bangkai penyu sperma membutuhkan waktu cukup lama karena kendala air laut yang pasang. Saat nekropsi dilakukan, pihaknya juga harus menunggu air laut surut agar bisa memindahkan bangkai paus menjauh dari garis pantai.

Setelah nekropsi dilakukan pada Minggu (9/4/2023) lalu, tidak semua bagian tubuh paus sperma bisa dikubur. Bagian tubuh dan kepala paus itu baru dikubur kemarin. Ukuran paus sperma yang besar, cukup menyulitkan proses pengangkutan. “Hari ini bisa selesai, menunggu air laut surut,” ungkapnya.

Andri mengatakan, proses penguburan dipercepat karena bangkai paus itu sudah tiga hari terdampar. Beberapa bagian tubuhnya mulai membusuk. Apabila dibiarkan, ia khawatir akan memicu pencemaran lingkungan. “Harus selesai segera. Karena bangkai paus sudah  mulai terjadi pembusukan,” terangnya.

Seperti diketahui, paus sperma terdampar di Pantai Yeh Leh, Banjar Pengeragoan Dangin Tukad, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan. Sebelum dikubur, tim dokter Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar melakukan pembedahan atau nekropsi pada bangkai paus.

Dari Hasil nekropsi, tidak ada indikasi perburuan dari temuan paus yang mati ini. Tim BPSPL tidak menemukan tanda luka tombak dan jaring yang identik dengan perburuan paus. Diduga maraknya paus yang terdampar di perairan Bali, dipengaruhi kondisi di laut dalam. Apalagi paus jarang ke permukaan, kecuali untuk bernafas. (bas/eps) Editor : M.Ridwan
paus sperma dikubur bangkai paus pekutatan Pantai Yeh Leh