Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Aset Pemerintah Jembrana di Anjungan Cerdas Konservasi Terbengkalai

Donny Tabelak • Rabu, 19 April 2023 | 16:05 WIB
Aset milik Pemkab Jembrana di Anjungan Cerdas Konservasi dibiarkan terbengkalai. Aset itu tampak tak pernah digunakan sejak dibeli. (M. BASIR/RADAR BALI)
Aset milik Pemkab Jembrana di Anjungan Cerdas Konservasi dibiarkan terbengkalai. Aset itu tampak tak pernah digunakan sejak dibeli. (M. BASIR/RADAR BALI)
GILIMANUK -Aset pemerintah di Anjungan Cerdas Konservasi (ACK) terbengkalai. Aset yang terletak di kawasan Hutan Cekik, Kelurahan Gilimanuk itu tak kunjung digunakan. Bahkan kini kondisinya semakin memprihatinkan.

Bangunan tersebut berdiri di atas lahan milik Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Pemkab Jembrana membangun aset itu secara bertahap sejak 2018 hingga 2019 lalu dengan dana sebesar Rp 5 miliar. Namun sejak dibangun, hingga kini pemanfaatan aset itu belum optimal.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, pemerintah membangun di atas lahan tersebut atas dasar kerjasama dengan TNBB. Durasi kerjasama itu berlangsung selama lima tahun. Sebenarnya kerjasama itu sudah berakhir pada November 2021 lalu.

Hingga saat ini belum ada kabar kelanjutan perpanjangan kerjasama antara  TNBB dengan Pemkab Jembrana. Dari pantauan koran ini, hingga kemarin (18/4) belum ada aktivitas berarti di sana. Aset pun masih tampak terbengkalai.

Kini terdapat tiga bangunan utama di lokasi tersebut. Yakni sebanyak dua kamar mandi dan satu tower. Di dalam salah satu bangunan terdapat mesin pencacah rumput, pengayak kompos, dan empat buah etalase kaca. Aset tersebut tampah tidak terawat, pertanda tak pernah digunakan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jembrana, I Komang Wiasa dalam sebuah kesempatan menyampaikan, dalam  pengelolaan ACK, semestinya disediakan juga akomodasi yang bisa menarik kunjungan wisatawan.

Kendati pemerintah telah membangun di atas lahan tersebut, status asetnya masih mengambang. Dari hasil evaluasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pemkab Jembrana dinilai tak serius mengembangkan objek tersebut. Kendati sudah membangun, tapi tidak ada aktivitas apapun di lokasi tersebut. (bas/eps) Editor : Donny Tabelak
#pemkab jembrana #Anjungan Cerdas Konservasi #aset mangkrak #taman nasional bali barat