Setiap harinya belum tentu ada pengunjung datang ke sentra tenun yang berlokasi di lahan bekas Terminal Kargo Negara, Jalan Sudirman jurusan Denpasar - Gilimanuk Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana. Padahal dari segi lokasi, sebenarnya strategis dikunjungi wisatawan domestik maupun luar negeri, karena berada di pinggir jalan utama Denpasar- Gilimanuk.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana I Komang Agus Adinata saat dikonfimasi mengatakan, pengelolaan setara tenun saat ini masih tetap pada dinas. Rencana memang akan diserahkan pada pihak Perumda Jembrana, tetapi belum direalisasikan. "Pengelolaan sentra tenun masih di dinas," jelasnya.
Mengenai kunjungan ke sentra tenun, diakui setiap harinya tidak menentu. Bahkan kunjungan setiap harinya kurang dari 10 orang. "Kunjungan setiap harinya ada saja, kadang 5 orang," ujarnya.
Ditanya mengenai kunjungan pada saat libur panjang Hari Raya Idul Fitri, dimana banyak pemudik dan wisatawan yang masuk Bali, kunjungan yang ke setra tenun juga tidak banyak. "Hanya beberapa bus yang mampir ke sentra tenun," ujarnya.
Kunjungan setiap harinya ke sentra tenun ini diakui belum sesuai harapan. Jumlah kunjungan juga belum ditarget karena masih dalam tahap penataan sentra tenun. Ke depan akan ditargetkan, minimal setahun satu juta kunjungan ke sebuah tenun. "Target mungkin tahun 2026 sampai satu juta kunjungan. Kalau sekarang belum," ungkapnya.
Menurutnya, saat ini masih dalam tahap melengkapi Sentra Tenun. Penataan tidak hanya pada fisik yang belum lengkap, temasuk penataan kelembagaan yang mengelola sentra tenun, sehingga belum mentarget kunjungan. Tetapi di tengah proses melengkapi kekurangan yang ada, promosi mengenalkan sentra tenun tetap dilakukan. [m.basir/radar bali] Editor : Hari Puspita