Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, mengenai rencana penataan Pelabuhan Gilimanuk menjadi lebih modern ini, merupakan diskusi yang dilakukan sejak dua tahun lalu bersama PT. ASDP Indonesia Ferry. "Diskusi diawali dengan tragedi tenggelamnya KMP Yunice. Saya melihat, kejadian tidak bisa kasus serupa terulang lagi, sehingga harus ada pembenahan secara menyeluruh," ujarnya.
Selain itu, ada rencana pembangunan jalan tol Gilimanuk - Mengwi dan destinasi wisata theme park yang dibangun oleh Paramount. Serta ada pembangunan jalan tol Probolinggo dan Banyuwangi. Sehingga, Jembrana sebagai wilayah yang dilintasi jalan tol dan lokasi Pelabuhan Gilimanuk sebagai pintu masuk Bali melalui pulau Jawa, perlu ada pembangunan infrastruktur di Jembrana.
Jumlah pengguna jasa penyeberangan Ketapang - Gilimanuk dalam setahun mencapai 7 juta orang. Jumlah ini menjadi potensi besar bagi Jembrana. Tentunya, objek destinasi wisata di Jembrana harus dibangun, sehingga akan ada peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke Jembrana. "Apa jadinya kalau kapasitas pelabuhan seperti saat ini. Akan menjadi persoalan sangat luar biasa. Sehingga mumpung belum tejadi, ada waktu berbenah," tegasnya.
Bupati menyebut targetnya tahun 2026 dan 2027 revitalisasi Pelabuhan Gilimanuk selesai. Fasilitas yang akan dibangun, menambah dermaga Pelabuhan Gilimanuk menjadi 10 atau 12 dermaga. Termasuk infrastruktur yang ada sekitar Pelabuhan Gilimanuk, mulai terminal, tempat transit, pusat UMKM dan hotel.
Daya tarik wisata di sekitar Pelabuhan Gilimanuk, seperti Teluk Gilimanuk dan museum manusia purba Gilimanuk juga akan dilakukan penataan. "Penataan sekitar Pelabuhan Gilimanuk juga sudah masuk dalam DED," imbuhnya.
Menurut Bupati, dalam DED Pelabuhan Gilimanuk ada penggabungan antara aset PT. ASDP dengan aset pemerintah kabupaten Jembrana. Lahan aset milik pemerintah kabupaten sekitar 3 hektar, termasuk terminal manuver Gilimanuk dan museum.
Setelah objek nantinya sudah tertata dengan baik, nantinya akan dibuat konsep wisata yang terkoneksi antara Jembrana dan Banyuwangi. Wisatawan yang ada di Banyuwangi bisa ke Jembrana dan juga sebaliknya, melalui pelabuhan khusus wisata dengan kapal cepat. Sehingga, nantinya tidak hanya terkoneksi antara Bali dan Jawa, sebatas niaga, tetapi juga wisata. "Konektivitas antara dua kabupaten Banyuwangi dan Jembrana dengan pelabuhan khusus ini perlu, jika objek sudah ditata dengan baik," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, master plan atau rencana induk pengembangan Pelabuhan Gilimanuk Kabupaten Jembrana, Bali telah rampung disusun oleh PT. Asdp Indonesia Ferry. Perusahaan milik negara ini merevitalisasi Pelabuhan Gilimanuk dengan konsep berbeda dengan kondisi saat ini.
Pelabuhan Gilimanuk ditata dengan begitu detailnya, termasuk didalamnya moderenisasi pelayanan, dan destinasi-destinasi wisata yang keseluruhan menjadi sebuah satu kesatuan. [m.basir/radar bali] Editor : Hari Puspita