Kasatpol PP Jembrana I Made Leo Agus Jaya mengatakan, laporan melalui telepon ke kantor pemadam kebakaran diterima sekitar pukul 10.17 WITA. Penelpon menyebut nama lengkap dan alamat untuk menyakinkan petugas atas laporan yang disampaikan.
Setelah menyampaikan laporan mengenai kebakaran Pura Beji Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, penelpon memastikan sambungan telpon seolah -olah sedang panik karena terjadi kebakaran.
Dalam laporan tersebut, oknum masyarakat tersebut menginformasikan bahwa ada kebakaran di Pura Beji wilayah Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo.
Setelah dikonfirmasi nama lengkap dan alamat, oknum tersebut mematikan telponnya seolah sedang panik dengan peristiwa kebakaran tersebut. Petugas pemadam dan armada dikerahkan menuju lokasi kebakaran yang disebutkan pelapor. "Ternyata tidak ada kebakaran. Informasi palsu, bohong," tegasnya.
Petugas juga mencari infomasi pasti untuk menelusuri terjadinya kebakaran yang dilaporkan. Ternyata, tidak ada warga yang mengetahui terjadinya kebakaran, Pura Beji yang disebut penelpon sedang terbakar juga tidak ada warga yang mengetahui terjadi kebakaran.
Karena penelepon mengubungi nomor telepon pemadam, tidak diketahui berapa nomor yang menghubungi. "Besok sudah saya minta staf untuk ke Telkom untuk meminta print out daftar telpon masuk ke damkar," jelasnya.
Setelah mendapat nomor penelpon, laporan palsu mengenai kebakaran tersebut, akan ditindaklanjuti dengan laporan kepada pihak kepolisian. "Sebagai efek jera, kami akan koordinasi dengan kepolisian agar ditindaklanjuti," tegasnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak membuat laporan palsu, tidak main-main dengan laporan yang disampaikan. Apalagi yang dilaporkan kebakaran tempat ibadah seperti yang dilaporkan Minggu siang. "Jangan main-main, buat laporan hanya iseng atau prank. Karena dampaknya luas," tegasnya. (bas/rid) Editor : M.Ridwan