Salah satunya dari persatuan sepak bola Garuda, Kelurahan Dauhwaru yang menggunakan Lapangan Umum Dauhwaru untuk latihan. Terlebih dalam waktu dekat akan digelar liga satu Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jembrana.
Ketua PS Garuda Dauhwaru I Gusti Ngurah Kade Adi Adnyana mengatakan, mengenai penggunaan lapangan Dauhwaru untuk relokasi, belum semua pengurus dan pemain menerima. Karena lapangan tersebut selama ini digunakan untuk latihan dan satu-satunya lapangan di Kelurahan Dauhwaru yang bisa digunakan.
Menurutnya, dalam waktu dekat akan digelar turnamen yang digelar Askab PSSI Jembrana untuk divisi satu Bupati Cup dan divisi dua Liga Jembrana. Namun kendalanya, PS Garuda sebagai peserta divisi satu, tidak punya tempat latihan jika lapangan Dauhwaru untuk relokasi pedagang. "Kalau lapangan Dauhwaru dijadikan tempat relokasi (pedagang). Terus terang tidak ada lapangan," ujarnya.
PS Garuda sudah meminta bantuan dari Keya Askab PSSI Jembrana untuk bertemu dan mediasi dengan Bupati Jembrana I Nengah Tamba.
PS Garuda akan menyampaikan aspirasi dan meminta solusi mengenai permasalahan yang dihadapi jika Lapangan Dauhwaru digunakan untuk relokasi pedagang atau pasar sementara.
Solusi sementara menggunakan Stadion Pecangakan. Namun demikian jadwal pertandingan harus dikelola dengan baik. Karena jadwal turnamen di stadion dalam satu minggu pertandingan selama 6 hari. Jadi hanya ada jeda sehari lapangan tidak digunakan, yakni pada hari Senin.
"Kami mohon kepada Ketua Askab PSSI Jembrana untuk meminta jadwal hari Senin diberikan pada PS Garuda untuk latihan. Kau tidak diberikan kemana harus latihan," ungkapnya.
Pada intinya, agar kegiatan sepak bola berjalan dan program pemerintah berjalan, PS Garuda yang tidak memiliki lapangan untuk latihan meminta diberikan fasilitas latihan layak. "Kami sebenarnya dari PS Garuda, kalau progam bupati sudah bagus. Tetapi mengenai relokasi, apa tidak ada tempat lain? Itu aspirasi teman-teman bola," ungkapnya.
Sebagai tim sepak bola yang sudah masuk divisi satu di Jembrana, lanjutnya, sudah berjuang keras untuk masuk divisi satu. Akan tetapi setelah masuk divisi satu tidak ada lapangan untuk latihan dalam rangka kompetisi.
"Kalau tidak mengikuti turnamen kasihan. Karena pemain PS Garuda, banyak yang berpotensi sepak bola Jembrana. Bahkan pemain PS Jembrana yang masuk divisi tiga nasional, banyak dari PS Garuda Dauhwaru," ungkapnya.
Saat ini PS Garuda dan penggiat olahraga, termasuk sekolah sepak bola yang rutin menggunakan lapangan Dauhwaru meminta solusi terbaik. Apabila memang lapangan Dauhwaru digunakan untuk relokasi pedagang, apa solusi untuk PS Garuda.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana I Komang Agus Adinata mengatakan, mengenai relokasi pedagang dalam rangka revitalisasi Pasar Umun Negara, sudah final.
Ada dua tempat yang pasti Lapangan umum Dauhwaru dan Pasar Ijogading. Sedangkan Gedung Kesenian Ir. Soekarno hanya alternatif cadangan. "Sudah final tempat relokasinya," jelasnya.
Mengenai adanya penolakan penggunaan Lapangan Umum Dauhwaru, menurutnya penolakan hal yang wajar. Namun relokasi ke Lapangan Umum Dauhwaru sudah tidak bisa diganti lagi, karena sudah dinilai paling representatif.
Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Jembrana merencanakan revitalisasi Pasar Umum Negara. Namun revitalisasi sudah menjadi pro dan kontra, pedagang sebagian besar menolak revitalisasi karena desain dinilai tidak sesuai dengan harapan pedagang.
Dampak dari revitalisasi, maka pedagang akan direlokasi. Tidak hany pedagang Pasar Umum Negara, tetapi juga pasar senggol yang beroperasi malam hari di sentral parkir eks terminal negara. [m.basir/radar bali] Editor : Hari Puspita